Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com- Kasus pembunuhan sadis sekeluarga di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 RT 05/12 No. 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Sang Ayah tega menghabisi nyawa keluarganya karena ekonomi.
"Motif yang sudah kami sampaikan terkait ekonomi," ujar Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan, Selasa (13/2/201).
BACA JUGA:
Seperti diketahui, Efendi, 55, ditetapkan polisi sebagai tersangka yang telah tega membunuh istrinya, Emang, 40, dan dua anak perempuannya, Nova, 19, Tiara, 11,
Harry menjelaskan, mengenai ekonomi yang dijadikan motif sebagai dalam kasus berdarah ini adalah keluarga tersebut memiliki cicilan mobil.
Menurutnya, Emang telah membeli mobil dengan cara menyicil. Tetapi, Emang membeli mobil baru tersebut tanpa sepengetahuan suaminya, Efendi.
"Korban memang meminjam (menyicil) kendaraan mobil tanpa sepengetahuannya," kata Harry.
Berbulan-bulan, Emang pun sanggup membayarkan uang cicilan mobilnya itu. Namun pada bulan terakhir ini, Emang tak bisa menyanggupi pembayaran tersebut sehingga Emang harus meminta uang kepada Efendi untuk membayarkan cicilan mobil itu.
"Pada saat proses cicilan nya tidak sanggup untuk membayar," ungkap Harry.
Atas pembayaran cicilan mobil tersebutlah Emang dan Efendi cekcok. Hingga berakhir dengan pembunuhan Emang dan dua anak perempuannya.
"Tiga hari cekcok, dan akhirnya diakhiri dengan pembunuhan. Jadi tiga hari sebelum kejadian, pada hari ketiga melakukan pembunuhan," papar Harry.(DBI/RGI)
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGPersoalan banjir yang membayangi warga Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang selama belasan tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat,
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews