KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Kasus pembunuhan sadis sekeluarga di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 RT 05/12 No. 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Sang Ayah tega menghabisi nyawa keluarganya karena ekonomi.
"Motif yang sudah kami sampaikan terkait ekonomi," ujar Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan, Selasa (13/2/201).
BACA JUGA:
Seperti diketahui, Efendi, 55, ditetapkan polisi sebagai tersangka yang telah tega membunuh istrinya, Emang, 40, dan dua anak perempuannya, Nova, 19, Tiara, 11,
Harry menjelaskan, mengenai ekonomi yang dijadikan motif sebagai dalam kasus berdarah ini adalah keluarga tersebut memiliki cicilan mobil.
Menurutnya, Emang telah membeli mobil dengan cara menyicil. Tetapi, Emang membeli mobil baru tersebut tanpa sepengetahuan suaminya, Efendi.
"Korban memang meminjam (menyicil) kendaraan mobil tanpa sepengetahuannya," kata Harry.
Berbulan-bulan, Emang pun sanggup membayarkan uang cicilan mobilnya itu. Namun pada bulan terakhir ini, Emang tak bisa menyanggupi pembayaran tersebut sehingga Emang harus meminta uang kepada Efendi untuk membayarkan cicilan mobil itu.
"Pada saat proses cicilan nya tidak sanggup untuk membayar," ungkap Harry.
Atas pembayaran cicilan mobil tersebutlah Emang dan Efendi cekcok. Hingga berakhir dengan pembunuhan Emang dan dua anak perempuannya.
"Tiga hari cekcok, dan akhirnya diakhiri dengan pembunuhan. Jadi tiga hari sebelum kejadian, pada hari ketiga melakukan pembunuhan," papar Harry.(DBI/RGI)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGOmbudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna yang dinilai terdapat relasi kuasa di dalamnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan membina tegas siswa SMA sederajat yang bermasalah dengan mengirimnya ke markas TNI.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews