Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya
Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TANGERANGNEWS.com - Di lingkungan tempat kejadian perkara permbunuhan yang menewaskan ibu dan dua anak perempuannya di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 RT 05/RW 12 No. 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang terpasangan CCTV.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua RT 05/12 Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Pratomo.
Ia mengaku bersama para warga setempat yang pertama kali menemukan Emang, 40, dan dua anaknya, Nova, 19, Tiara, 11, serta suaminya Efendi dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tusuk di rumah tersebut.
Menurut Pratomo, polisi juga memeriksa dirinya dalam proses penyelidikan Polres Metro Tangerang Kota mengenai kasus ini.
"Saya juga diperiksa, ditanya - tanya. Rincinya gimana, jam berapa, dan lain sebagainya," ujar Pratomo, Selasa (13/2/2018).
Ia menjelaskan, lingkungan yang ia ketuai ini terpasang CCTV. Sebab Siskamling di Wilayahnya pun terbilang rutin dilakukan ronda.
"CCTV juga diperiksa dan dijadikan petunjuk," ungkapnya.
Dalam rekaman CCTV tergambar jelas suasana saat peristiwa itu. Dan di area rumah korban pembunuhan tidak ada hal-hal yang mencurigakan.
"Sudah dilihat CCTV, tidak ada orang yang mencurigakan keluar masuk dari subuh sampai siang," tuturnya.(RAZ/HRU)
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TODAY TAGKawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendatangi rumah seorang bayi di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, yang diberi nama sama persis dengan dirinya, Kamis, 14 Mei 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews