Connect With Us

Tipuan Lama Masih Eksis, Warga Pinang Nyaris Main Hakim Sendiri

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 1 Maret 2018 | 21:00

Tersangka berinisial TA, 42, pelaku penipuan dan penggelapan di Jalan Baru Pinang Kunciran, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (28/2/2018) (@TangerangNews / Achmad Irfan)

TANGERANGNEWS.com-Modus lawas digunakan seorang pria berinisial TA dengan usia 42 tahun.  

Modus TA tak lain  menuduh korbannya bernama Abdul. Korban dituding telah melakukan penganiayaan terhadap rekan TA. 

Insiden tersebut berawal saat TA bersama rekannya dengan menggunakan sepeda motor bertemu dengan Abdul di Jalan Baru Pinang Kunciran, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu 28 Februari 2018 sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Cipondoh Kompol Bayu Suseno mengatakan, pada saat itulah TA dan rekannya beraksi untuk menipu Abdul.

BACA JUGA:

"Tersangka menuduh korban sebagai salah satu pelaku yang telah memukul adiknya," ujar Bayu, Kamis (1/3/2018).

Selanjutnya, Abdul yang merupakan warga Kalideres Jakarta Barat ini tak mengerti dengan perlakuan para pelaku.

Secara paksa, TA pun memeriksa ransel yang dibawa Abdul dan mengambil uang sebesar Rp 4.800.000 tanpa sepengetahuannya. Sedangkan rekan TA, hanya menunggu di motor saja.

"Tas korban berisi  uang  diambil diam-diam seolah-olah untuk diamankan dan nantinya akan dikembalikan ke tempatnya," ucap Bayu.

Namun, setelah para pelaku hendak meninggalkannya, Abdul pun memeriksa ranselnya dan melihat bahwa uang miliknya telah digasak TA.

"Melihat hal demikian korban langsung menangkap tersangka sedangkan tersangka yang lain berhasil melarikan diri," kata Bayu.

Ketika tertangkap, TA pun langsung dikerumuni warga setempat yang telah siap menghakiminya. Selanjutnya TA digelandang ke Kantor Kelurahan Pinang.

"Kerugian korban Rp4.800.000. Pelaku kini terancam Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan kurungan empat tahun penjara," papar Bayu.(DBI/RGI)

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

KOTA TANGERANG
Asal-usul Pondok Bahar, Kampung di Tangerang yang Namanya Berasal dari Kerajinan Gelang Legendaris

Asal-usul Pondok Bahar, Kampung di Tangerang yang Namanya Berasal dari Kerajinan Gelang Legendaris

Senin, 2 November 2026 | 09:04

Nama Pondok Bahar di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, ternyata memiliki kaitan erat dengan pohon bahar yang dahulu tumbuh melimpah di sepanjang Kali Angke.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill