Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Manajemen Rumah Sakit Mulya menjanjikan para keluarga pasien pasca operasi katarak yang berujung infeksi mata untuk pergi umrah. Namun tawaran itu ditolak oleh para keluarga korban.
Mamay, anak dari Maryam yang merupakan satu diantara 10 korban dalam operasi tersebut menolak upaya rumah sakit untuk memberikan ganti rugi dengan mengajak pasien pergi umrah.
Ia mengatakan, pergi umrah adalah bukan keinginan pihak keluarga korban.
"Kita sih minta pengobatan ditanggung pihak rumah sakit sampai benar-benar sembuh. Waktu pertemuan kemarin mereka hanya mau membiayai uang untuk umroh," ujarnya, Jumat (22/2/2019).
Sementara itu, Tim Kuasa Hukum Pasien Katarak Hika Putera menuturkan bahwa dalam pertemuan terakhir dengan manejemen RS Mulya masih belum bisa menjelaskan hasil investigasi.
Namun demikian, RS Mulya berkomitmen untuk tetap memberikan perhatian dan pelayanan terhadap para pasien pasca operasi katarak gagal hingga sembuh.
"Pihak RS masih belum bisa memberikan hasil investigasi kejadian luar biasa atas apa yang terjadi," ucapnya.
Hika mengatakan, dalam hal ini RS Mulya berjanji akan transparan dan membuka hasil investigasi kepada keluarga pasien. Jika tidak demikian, tim kuasa hukum akan melayangkan somasi.
"Pihak RS berjanji akan memberikan Resume Medis pasien pada hari senin 25 Februari 2019, kalau tidak kami langsung somasi. Dan kemarin pihak RS mempunyai itikad untuk memberikan semacam santunan atau upaya menghibur menenangkan pasien dengan memberangkatkan umrah atau dana senilai umrah, tetapi sementara ditolak oleh pasien," jelas Hika.
Mengenai penolakan tawaran umrah, lanjut Hika, para keluarga tidak setuju karena pihak RS Mulya dinilai telah menyepelekan terkait kerugian materiel. Sekali lagi, kata Hika, keluarga pasien hanya ingin transparansi penyebab peristiwa yang hingga kini mengakibatkan 4 dari 10 pasien diangkat matanya.
"Keluarga pasien ditawarkan umrah namun tidak terima, karena merasa material diganti dengan uang beberapa juta. Lucunya, pihak rumah sakit masih belum mau mengakui kesalahan. Tapi sudah ingin memberikan ganti rugi. Artinya dengan begitu dia mengaku salah. Intinya yang diinginkan sejauh ini adalah transparansi," tegasnya.(RMI/HRU)
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGTiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Persiapan venue pertandingan terus dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang semakin dekat.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews