Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mewanti-wanti pelatih dalam pola pelatihan calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Tangerang.
Sekretaris Dispora Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan sebanyak 50 calon Paskibraka tingkat Kota Tangerang dilatih 10 pelatih dari Purna Paskibraka dan 5 pelatih dari Yonif Mekanis 203/Arya Kemuning.

"Saat ini hingga memasuki 17 Agustus, masih masa pelatihan. Paskibraka sudah tidak lagi pelatihan baris-berbaris, tapi pelatihan formasi dan sudah digabung dengan Yonif," ujarnya kepada TangerangNews saat memantau pelatihan calon Paskibraka di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Selasa (6/8/2019).
Maryono menjelaskan, pola pelatihan calon Paskibraka tingkat Kota Tangerang adalah para peserta diharuskan berolahraga pagi, kemudian pelatihan berbaris, pelatihan formasi, break, dan yel-yel.

"Kami tetap memberikan perhatian terhadap fisik jasmani yaitu dengan pemeriksaan kesehatan seminggu sekali," ucapnya.
Baca Juga :
Pelatihan ini, kata dia, sesuai prosedur. Tidak menggunakan fisik yang di luar koridor. "Semuanya masih dalam koridor aturan untuk pelajar," jelasnya.
Dari awal pelaksanaan pelatihan, hingga saat ini tidak ada calon Paskibraka yang mengeluhkan pola pelatihan.
Maryono juga mewanti-wanti pelatih yang memberikan pelatihan tidak sesuai prosedur. Demi mengantisipasi pola pelatihan yang cukup keras, pihaknya selalu melakukan pemantauan di setiap prosesi pelatihan.
"Jangan melakukan gerakan tambahan, yang tidak perlu dilakukan jangan dilakukan, dan jangan memberikan beban tugas yang di luar batas kemampuan mereka sebagai siswa kelas 2 SMA saat ini. Imbauan ini untuk senior dan pembinanya," pungkasnya.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews