Connect With Us

Sempat Ditolak Pakai Ambulans, Jasad Bocah Tenggelam Telah Dimakamkan

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:50

Supriyadi, paman Husein, 8 tahun, saat berjalan kaki membawa almarhum untuk dibawa ke rumah duka. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

 

TANGERANGNEWS.com—Jasad Husein, 8 tahun, bocah yang tenggelam di Sungai Cisadane sudah dimakamkan. Sebelum dimakamkan, jasad Husein sempat ditolak petugas saat ingin menggunakan pelayanan ambulans Puskesmas.

Supriyadi, paman korban mengatakan, jasad Husein sudah dimakamkan di dekat rumahnya, tempat pemakaman umum (TPU) Cikokol, Kelapa Indah, Kota Tangerang pukul 23.00 WIB atau tujuh jam setelah ditemukan, Jumat (23/8/2019).

Supriyadi, paman Husein, 8 tahun, saat menunjukan foto almarhum yang tenggelam di Sungai Cisadane.

Jasad korban sempat ditolak saat keluarganya ingin menggunakan pelayanan ambulans Puskesmas Cikokol untuk dibawa ke rumah duka. Padahal, lokasi Puskesmas dengan rumah duka hanya sekitar 500 meter.

Setelah ditolak, keluarga korban juga sempat menghubungi pihak rumah sakit lain dan Pemkot Tangerang melalui call center 112 untuk mendapatkan pelayanan ambulans. Namun, tetap tidak mendapatkan pelayanan.

Supriyadi, paman Husein, 8 tahun, saat berjalan kaki membawa almarhum untuk dimakamkan ditempat pemakaman umum (TPU) Cikokol.

Hingga akhirnya, Supriyadi berupaya menggotong jasad korban. Namun, ketika digotong melewati jembatan penyeberangan orang, ada warga yang menawarkan mobilnya untuk membawa almarhum.

"Jadi, petugas Puskesmas enggak mau nganter jasad keponakan saya karena mobil ambulans diperuntukkan bagi pasien saja, bukan orang meninggal," ujarnya saat ditemui di rumah duka, di RT 03/05 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (24/8/2019).

Baca Juga :

Supriyadi tidak mempermasalahkan  soal petugas Puskesmas yang menolaknya ketika membutuhkan pelayanan ambulans. Tetapi, ia mengaku kecewa dengan sikap sejumlah petugas pelayanan ambulans rumah sakit serta pelayanan 112 yang tidak memberikan pelayanan prioritas disaat ia sangat dibutuhkan.

Suasana dikediaman almarhum Husein, 8 tahun, yang tenggelam di Sungai Cisadane.

"Kami hanya kecewa dengan respon rumah sakit dan 112. Seharusnya, untuk pelayanan di rumah sakit tolong hal-hal darurat diutamakan, kalau ambulans tidak boleh dipakai, tapi tolong bantu gimana caranya agar bisa mengantarkan jenazah," ungkapnya.

Sedangkan jasad rekan Husein, Fitrah, 12 tahun, yang ditemukan pukul 21.55 WIB juga menurut Supriyadi telah dimakamkan di kampung halaman, Jogjakarta. 

"Kalau korban yang kedua dibawa ke Jogja," pungkasnya.(RAZ/HRU)

KOTA TANGERANG
Cuaca Kota Tangerang Sepekan Tak Ada Hujan, Panas Terik hingga Capai Suhu 36 Derajat Celsius

Cuaca Kota Tangerang Sepekan Tak Ada Hujan, Panas Terik hingga Capai Suhu 36 Derajat Celsius

Senin, 31 Agustus 2026 | 11:31

Memasuki awal pekan, masyarakat Kota Tangerang diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas, khususnya bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

KAB. TANGERANG
3 Anak Jadi Korban Pohon Tumbang saat Tidur di Teluknaga, 1 Tewas 2 Luka-luka

3 Anak Jadi Korban Pohon Tumbang saat Tidur di Teluknaga, 1 Tewas 2 Luka-luka

Senin, 31 Agustus 2026 | 17:49

Insiden pohon tumbang menimpa rumah milik warga bernama Nushasanah yang berlokasi di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, pada Senin 31 Agustus 2026 dini hari.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill