Connect With Us

Kecewa Tak Mau Antar Jenazah, Puskesmas Cikokol Didemo Warga

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 25 Agustus 2019 | 21:59

Warga Kota Tangerang, menggelar unjuk rasa di halaman Puskesmas Cikokol pada Minggu (25/8/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Penolakan layanan ambulans pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cikokol kepada Supriyadi, warga Kelapa Indah, Kota Tangerang menyulut emosi warga. Warga bereaksi dengan menggelar unjuk rasa di halaman Puskesmas Cikokol pada Minggu (25/8/2019).

Mereka yang berdemonstrasi itu diketahui warga RW 2, Cikokol, Kota Tangerang. Dalam aksinya, warga berteriak sambil membentangkan sejumlah spanduk di pagar-pagar Puskesmas.

“Ini bentuk kecewa dengan fasilitas yang ada tapi tidak dipergunakan,” ujar R, warga yang meminta namanya diinisialkan kepada TangerangNews.

Warga mengaku sangat kecewa dengan Puskesmas Cikokol. Sebab, pihak Puskesmas tidak mengizinkan ambulansnya digunakan untuk mengantar jasad almarhum Husein, 8, ke rumah duka atas dasar standar operasional prosedur (SOP).

BACA JUGA:

“Kalau dari SOP memang seperti itu tapi harus ada toleransi karena ini kejadian di luar dugaan dan urgent harus ada pertimbangan dari sisi moralitas dan kemanusiaan,” katanya.

“Kucing ketabrak saja diurusin sampai dikafanin. Apa kucing lebih berharga dari manusia?” imbuhnya.

Unjuk rasa warga tidak ditanggapi pihak Puskesmas. Karena Puskesmas tersebut libur. “Jika belum ada tanggapan pasti akan lebih ramai untuk turun aksi sebagai bentuk kecewa terhadap puskesmas tersebut,” tuturnya.

Camat Tangerang Budi Wahyudi menjelaskan, pelayanan di Puskesmas Cikokol tetap berjalan seperti biasa dan tidak boleh berhenti. Karena ini lokasi pelayanan masyarakat yang harus tetap berjalan untuk melayani masyarakat.

"Pelayanan Puskesmas harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti. Kalaupun ada spanduk kekecewaan warga diharapkan tidak perlu khawatir dan takut untuk berobat di Puskesmas Cikokol," katanya.

Budi mengatakan, bagi pihak-pihak yang merasa kecewa untuk bisa menahan diri. Karena Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah sudah mengambil kebijakan terkait perubahan SOP pelayanan ambulans di Kota Tangerang.

"Jadi, jika ada masyarakat yang marasa kecewa untuk bisa bersabar dan menahan diri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Husein ditemukan meninggal pukul 16.15 WIB pada Jumat (23/8/2019) setelah tenggelam di Sungai Cisadane, Cikokol, Kota Tangerang. Jasad korban yang tertutup kain kemudian digotong oleh pamannya, Supriyadi ke Puskesmas Cikokol untuk mendapatkan pelayanan ambulans. Namun, mereka ditolak. Menjelang Magrib, Supriyadi terpaksa menggotong kembali jasad keponakannya ini. Namun, ketika berada di jembatan penyeberangan orang (JPO) Cikokol, ada seorang warga yang menawarkan mobilnya untuk mengantarkan mendiang ke rumah duka. Jasad korban pun sudah dimakamkan di TPU Cikokol.(DBI/RGI)

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill