Connect With Us

Punya Kontrakan 5 Tapi Ngaku Miskin, Rumah Warga di Tangerang ini Dilabeli Miskin

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 5 September 2019 | 20:05

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi melabeli tembok rumah KPM yang sudah mampu tetapi masih mengaku miskin di Neglasari, Kota Tangerang. Labelisasi dilakukan agar KPM sadar sehingga bantuan tepat sasaran. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com—Dinas Sosial Kota Tangerang melabeli rumah-rumah keluarga penerima manfaat (KPM) yang secara ekonomi sudah mapan, tetapi masih mengaku miskin dengan tanda sebagai Warga Miskin. Hal ini dilakukan agar penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tepat sasaran.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan, cukup banyak pelaporan kepada pihaknya terkait warga di Kota Tangerang yang kemampuan ekonominya sudah mampu tetapi masih mengaku miskin agar tetap terdata menjadi KPM sehingga bantuan dari PKH dan BPNT terus mengalir.

"Jadi banyak informasi kepada kami bahwa bantuan pemerintah tidak tepat sasaran. Akhirnya kami lakukan langkah dengan mendatangi rumah orang-orang yang memang tidak tepat sasaran," ujarnya kepada TangerangNews, di kantor Dinas Sosial Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019).

Suli menuturkan, pihaknya telah melabeli dua rumah KPM di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang dengan ditandai tulisan Warga Miskin. Penandaan itu dilakukan dengan mengecat tembok rumah warga tersebut.

"Seperti kemarin di Neglasari ternyata yang bersangkutan punya kontrakan lima. Apakah layak orang itu dikatakan dapat bantuan? Ya, akhirnya kita pasang dengan label," katanya.

Penandaan itu akan berlanjut ke rumah-rumah KPM nakal karena masih mengaku tidak mampu padahal sudah mapan.

"Saya tekankan kami tidak akan melabelisasi semua rumah KPM. Tapi hanya rumah KPM yang nakal," ucapnya.

Dengan penandaan rumah Warga Miskin ini, Suli berharap, para KPM sadar jika tingkat perekonominya sudah mampu meskipun tidak dibantu pemerintah sehingga bantuan PKH dan BPNT dari Kementerian Sosial ini tepat sasaran.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang mengaku dirinya miskin tapi mampu segera graduasi sukarela supaya bantuan disalurkan kepada orang-orang yang memang membutuhkan," tuturnya.

Menurut Kordinator PKH Kota Tangerang Syafei, hingga kini tercatat jumlah KPM di Kota Tangerang mencapai 32.129. Namun begitu, kata dia, data peserta KPM tersebut bersifat fluktuatif.

"Kalau data sifatnya berubah-ubah karena bisa jadi ada penambahan kuota dari pusat, bisa juga ada yang graduasi, atau keluar karena sudah tidak memiliki komponen," jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya rutin memutakhirkan data KPM untuk merefresh penerima bantuan ini. Ia juga menyebut, pihaknya tidak dapat menghapus KPM untuk tidak dapat menerima bantuan agar tepat sasaran. Pemberhentian bantuan hanya dapat diajukan oleh para KPM dalam surat pengunduran diri atau graduasi sukarela.

"Kami dari pendamping memang tidak bisa mengeluarkan sepihak karena memang ada etika," pungkasnya.

Adapun bantuan yang diterima para KPM melalui PKH adalah berupa dana untuk siswa SD Rp900 ribu, siswa SMP Rp1,5 juta, siswa SMA Rp2 juta, dan balita, lansia, ibu hamil Rp2,4 juta untuk setahun. Sedangkan dalam program BPNT, para anggota KPM menerima bantuan berupa 7 kilogram beras dan 1 kilogram telur perbulannya.(MRI/RGI)

OPINI
Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:03

Kekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

KOTA TANGERANG
Jangan Sampai Terlewat, Program Diskon Pajak Kendaraan Segera Berakhir 

Jangan Sampai Terlewat, Program Diskon Pajak Kendaraan Segera Berakhir 

Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:16

Kepala UPTD Samsat Cikokol Kota Tangerang, Awal Pasenggong mengajak masyarakat memanfaatkan program diskon pajak kendaraan bermotor sebelum waktunya habis per tanggal 31 Oktober.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill