Connect With Us

Pengangguran di Kota Tangerang Didominasi Lulusan SMA, Ini Langkah Disnaker

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 8 November 2019 | 15:19

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Rakhmansyah. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Angka pengangguran di Kota Tangerang masih tinggi. Lulusan sekolah menengah atas (SMA) mendominasi angka tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dalam tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2019 mencatat, angka pengangguran di Kota Tangerang sebesar 7,13 persen. 

Dari delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, TPT tertinggi tercatat di Kabupaten Serang yang mencapai 10,65 persen. Sedangkan TPT terendah di Kota Tangerang Selatan yang hanya 4,79 persen.

Artinya, Kota Tangerang tertinggi ketujuh dan terendah kedua dari TPT kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang terus berupaya menekan angka pengangguran dengan ragam program.

Menurut Kepala Disnaker Kota Tangerang Rakhmansyah, TPT 7,13 persen di Kota Tangerang turun dari periode sebelumnya yang mencapai 7,4 persen.

Walaupun turun, kata Rakhmansyah, angka TPT tersebut masih terbilang tinggi. Sebab, angkatan kerja setiap tahunnya terus bertambah.

"Setiap tahun orang itu usianya semakin bertambah. Orang itu sekolah, terus lulus dan mencari pekerjaan. Artinya, di situlah muncul angkatan pekerjaan yang berpotensi meningkatkan pengangguran," ucapnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat lulusan sekolah menengah atas (SMA) mendominasi angka pengangguran dibanding lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun sarjana.

Ia menjelaskan, Dinas Ketenagakerjaan terus berupaya menurunkan angka pengangguran yang saat ini masih menjadi masalah. Penekanan dilakukan dengan berbagai program.

"Upaya yang kami lakukan dengan berbagai kegiatan dan pelatihan," ungkapnya.

Baca Juga :

 

Program penekanan pengangguran tidak menyasar langsung ke masyarakat lulusan SMA. Melainkan, menyasar pada masyarakat lulusan SMK dengan membentuk bursa kerja khusus (BKK) di lingkungan SMK.

BKK, kata dia, sudah terbentuk di 60 SMK dari 124 SMK se-Kota Tangerang. Dalam program itu, Dinas Ketenagakerjaan menggandeng perusahaan-perusahaan untuk memberikan pembinaan pekerjaan.

"Misalkan ada pelatihan-pelatihan, kemudian nanti setelah ke luar (lulus) sekolah mereka bisa bekerja di perusahaan itu," jelasnya.

Di samping program vokasinal, Dinas Ketenagakerjaan juga menggelar job fair yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan.

Job fair digelar dalam memanfaatkan setiap event maupun momen ketenagakerjaan.

Selain job fair, informasi-informasi lowongan pekerjaan terkini juga difasilitasi Disnaker bagi para pencari kerja.

Informasi terkini itu bisa diakses melalui aplikasi Tangerang Live yang dapat mencari dan melamar pekerjaan secara daring (online).

"Jadi, pemerintah dengan dunia usaha pun mendorong akademisi hingga masyarakat umum untuk berinovasi dalam rangka menciptakan lapangan kerja," pungkasnya.(RMI/HRU)

SPORT
Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:59

Perhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya,

TEKNO
OLX Perkenalkan OLA di GIIAS 2026, Cara Baru Cari Mobil Lewat AI

OLX Perkenalkan OLA di GIIAS 2026, Cara Baru Cari Mobil Lewat AI

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:05

OLX memperkenalkan OLA (OLX Virtual Assistant), teknologi berbasis artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu konsumen menemukan pilihan kendaraan sesuai kebutuhan.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill