Connect With Us

Selama PSBB, Jam Operasional Stasiun Tangerang Dipangkas

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 18 April 2020 | 15:21

Stasiun Tangerang melakukan pemangkasan operasional kereta rel listrik (KRL) selama masa PSBB. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Jam operasional kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Tangerang, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang dipangkas selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Stasiun Tangerang Aliyas menyatakan KRL di stasiun penyangga DKI Jakarta ini tetap beroperasi tetapi jam operasional dipersingkat.

“Beroperasi normal. Jamnya saja yang berbeda,” ujarnya kepada TangerangNews, Sabtu (18/4/2020).

Suasana di Stasiun Tangerang kereta rel listrik (KRL), Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Aliyas menjelaskan keberangkatan awal kereta dari Stasiun Tangerang sebelumnya  pukul 04.30 WIB, berubah menjadi pukul 05.50 WIB. 

Sedangkan keberangkatan terakhir kereta dari Stasiun Tangerang yang sebelumnya pukul 22.15 WIB, kini menjadi pukul 17.49 WIB.

“Lalu KRL yang biasa masuk terakhir di Tangerang jam 00.18 WIB dinihari sekarang menjadi jam 18.49 WIB,” ungkapnya.

Selain memangkas jam operasional, Stasiun Tangerang juga melakukan pembatasan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam aturan PSBB.

Adapun pembatasan tersebut antara lain dengan membatasi jumlah penumpang untuk menjaga jarak, menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengawasi pelaksanaan physical distancing. 

Seperti diketahui, PSBB diberlakukan di Kota Tangerang mulai hari ini Sabtu (18/4/2020) sampai dua pekan mendatang demi memutus mata rantai virus corona.(RMI/HRU)

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill