Investasi Rp177 Miliar, Motor Listrik Canggih Omoway Resmi Dirakit di Balaraja Tangerang
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:50
Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.
TANGERANGNEWS.com–Jumlah penderita virus corona atau COVID-19 di Kota Tangerang terus bertambah. Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang pun dinilai lamban.
Pakar dan penulis soal kesehatan, dr Handrawan Nadesul menyoroti soal penanganan contact tracing oleh Dinkes Kota Tangerang terhadap warga dengan penderita kasus corona.
Menurutnya, warga yang kontak dengan penderita positif COVID-19 harus diberikan penanganan serius karena potensi penularan oleh mereka sangat tinggi.
"Harusnya warga yang kontak itu dipantau serius Dinkes terutama Puskesmas," ujarnya kepada TangerangNews, Senin (27/4/2020).
Mereka yang berpotensi tertular akibat kasus positif corona adalah keluarga, kerabat, dan seluruh orang terdekatnya.
Selama ini, Dinkes hanya melakukan penanganan bagi penderita positif corona. Sedangkan warga yang berkontak langsung dengan penderita positif corona tidak mendapat perhatian khusus. Sehingga, tak heran jika angka penderita virus corona terus merangkak naik.
Motivator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta ini beranggapan bahwa petugas Dinkes Kota Tangerang harus melakukan pemantauan setiap hari bagi warga yang kontak dengan penderita positif corona.
"Jangankan orang rumah, orang-orang yang bertemu dengan pasien positif harus ditelusuri. Intinya Puskesmas harus aktif," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi tak menanggapi saat dikonfirmasi TangerangNews mengenai hal ini.
Berdasarkan situs https://maps.tangerangkota.go.id/corona/, jumlah pasien positif corona di Kota Tangerang 143 orang. Pasien meninggal 17 orang. Pasien sembuh 35 orang. PDP 579 orang. ODP 1.819 orang. OTG 380 orang.(RMI/HRU)
Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.
TODAY TAGJalan rusak di kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali memakan korban. Kali ini seorang pengemudi ojek online (ojol) luka-luka akibat menghantam jalan berlubang di Jalan Raya Rawa Buntu, tepatnya di kawasan Flyover Stasiun Rawa buntu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bakal mengurangi volume pembangunan infrastruktur di wilayahnya imbas kenaikan harga pada sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews