Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANGNEWS.com–Wali Kota Tangerang Arief R.Wismansyah secara langsung membagikan paket sembako yang merupakan bantuan sosial Pemerintah Pusat kepada masyarakat terdampak COVID-19 di Kota Tangerang.
Kali ini jumlah bantuan yang diberikan sebanyak 12.451 paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat penerima bantuan yang tersebar di 16 kelurahan se-Kecamatan Karawaci.
Arief menjabarkan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat akan didistribusikan oleh Pemkot Tangerang dalam 2 termin pengiriman setiap bulannya.
"Diberikan kepada masyarakat yang sudah diverifikasi layak menerima bantuan oleh petugas. Dan akan diberikan setiap dua minggu dalam sebulan selama tiga bulan," terang Arief saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat di kantor Kelurahan Sukajadi, Karawaci, Selasa (12/5/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyampaikan tentang mekanisme distribusi bantuan sosial yang akan dilakukan oleh Pemkot Tangerang kepada masyarakat.
"Rencananya akan dibagi menjadi dua zona, yaitu wilayah penerima bantuan berupa uang tunai dan paket sembako," katanya.
Misalnya, dari 13 kecamatan, 7 kecamatan menerima uang tunai dan 5 kecamatan menerima bantuan paket sembako.
"Nanti gantian, supaya semua merasakan bantuan yang sama dari pemerintah," pungkasnya.(RMI/HRU)
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGWarga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews