Sah! 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026
Selasa, 17 Februari 2026 | 20:21
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
TANGERANGNEWS.com–Wali Kota Tangerang Arief R.Wismansyah secara langsung membagikan paket sembako yang merupakan bantuan sosial Pemerintah Pusat kepada masyarakat terdampak COVID-19 di Kota Tangerang.
Kali ini jumlah bantuan yang diberikan sebanyak 12.451 paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat penerima bantuan yang tersebar di 16 kelurahan se-Kecamatan Karawaci.
Arief menjabarkan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat akan didistribusikan oleh Pemkot Tangerang dalam 2 termin pengiriman setiap bulannya.
"Diberikan kepada masyarakat yang sudah diverifikasi layak menerima bantuan oleh petugas. Dan akan diberikan setiap dua minggu dalam sebulan selama tiga bulan," terang Arief saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat di kantor Kelurahan Sukajadi, Karawaci, Selasa (12/5/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyampaikan tentang mekanisme distribusi bantuan sosial yang akan dilakukan oleh Pemkot Tangerang kepada masyarakat.
"Rencananya akan dibagi menjadi dua zona, yaitu wilayah penerima bantuan berupa uang tunai dan paket sembako," katanya.
Misalnya, dari 13 kecamatan, 7 kecamatan menerima uang tunai dan 5 kecamatan menerima bantuan paket sembako.
"Nanti gantian, supaya semua merasakan bantuan yang sama dari pemerintah," pungkasnya.(RMI/HRU)
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8
Lubang-lubang di jalan bukan sekadar cacat aspal. Ia menjadi ancaman langsung terhadap keselamatan publik. Dalam konteks Pasar Kemis, korban bukan hanya luka ringan, tetapi kehilangan nyawa. Artinya, ini bukan lagi isu infrastruktur teknis
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews