Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pemuda berinisial KP, 20, yang tewas gantung diri di rumah kontrakan di Jalan Taman Asri, Kelurahan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, diduga dipicu persoalan pekerjaan.
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan domisili korban berasal dari Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Sebelum tewas, korban datang dari kampung halamannya ke Kota Tangerang untuk melakoni pekerjaan sebagai pegawai dalam bidang usaha konveksi.
“Konveksinya milik saudaranya. Tapi, karena konveksi tidak berjalan akibat situasi pandemi akhirnya kontrakan untuk tempat menjahit tidak beroperasi,” ungkapnya, Minggu (17/5/2020).

Terhentinya usaha konveksi diduga membuat perantau itu stress lantaran tak ada penghasilan, hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
“Sementara itu (pemicunya). Tapi saya masih dalami,” ungkapnya.
Diketahui, korban ditemukan tewas gantung diri oleh warga setempat pada Sabtu (16/5/2020), pukul 20.00 WIB
Korban menggantungkan dirinya di atas plafon rumah kontrakan. Lehernya diikat dengan kabel. Polisi menduga korban sudah meninggal selama lebih dari sepekan karena saat ditemukan jasadnya sudah membusuk. (RAZ/RAC)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGGelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.
Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews