Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pria diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Peristiwa yang terjadi di Kampung Santri, Desa dan Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang itu menggegerkan warga setempat.
ABD, 30 tahun ditemukan tewas dengan leher tergantung diseutas kain di kamarnya sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui istri korban yang baru pulang dari pasar.
Kapolsek Mauk AKP Kresna Ajie Pangestu saat dikonfirmasi TangerangNews mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui motif peristiwa tersebut.
"Kami upaya untuk mencari informasi kepada istri almarhum, namun istri almarhum masih syok sampai saat ini," kata Kresna.
Kronologi sementara yang berhasil dihimpun pihak kepolisian, pada Minggu (3/5/2020) dini hari, adik ipar korban sempat mendengar suara kain disobek dari kamar korban, kemudian terdengar juga suara jendela dibuka.
Namun penghuni rumah tersebut tidak menaruh curiga dengan suara tersebut. Hingga akhirnya, korban ditemukan istrinya.
Melihat sang suami tergantung tak bernyawa, istri korban pun syok. Ia lalu bergegas memberitahui sanak keluarga serta ketua rukun tetangga (RT) setempat.
"Warga kemudian melapor ke kami," imbuhnya.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Sementara pihak keluarga sendiri menolak dilakukan visum terhadap jasad korban.
"Pihak keluarga menolak dilakukan visum dengan membuat pernyataan tertulis," pungkasnya.(RMI/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGJajaran Polda Banten melalui Satreskrim Polres Cilegon menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ribu Benih Bening Lobster (BBL) atau benur senilai puluhan miliar rupiah.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews