Connect With Us

Sanggar Lentera Angkat Perempuan Jadi Berdaya Lewat Tari & Musik Tradisional di Tangerang

Redaksi | Senin, 12 April 2021 | 11:06

Pesonel Sanggar Lentera saat memainkan alat musik, Senin (12/4/2021). (TangerangNews / Anisabhila Indah Cahyani)

TANGERANGNEWS.com-Sanggar Lentera yang berlokasi di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, merupakan program dari peduli Kemenko PMK bersama Yayasan Asia Foundation yang bernama program Peduli.

Salah isu yang disoroti di Sanggar Lentera adalah tentang masyarakat adat yang terpinggirkan.

Awal terbentuknya Sanggar Lentera yakni pada tahun 2016 untuk kegiatan positif masyarakat sekitar, terutama perempuan agar menjadi lebih berdaya.

Sanggar Lentera berada di dalam kegiatan Koperasi Perempuan Lentera Benteng Jaya. Ada dua kegiatan yang kerap dilakukan yaitu seni Tari Cokek dan bermain alat musik Tehyan.

Tari Cokek mulanya sempat luntur dari kebudayaan dan sanggar berinisiatif untuk melestarikannya dengan mengembalikan citra tarian tersebut.

Lalu, mengajarkan kepada sekolah di sekitar Kelurahan Mekarsari untuk dijadikan ekstrakulikuler.

Sanggar ini juga sering tampil di beberapa acara dan terakhir tampil pada acara Ulang Tahun Kota Tangerang.

"Untuk pelatihan alat musik Tehyan kami mendatangkan langsung dari dosen dari Institut Kesenian Jakarta" ujar Henny Lim, Ketua Sanggar Lentera, Senin (12/4/2021).

Alat musik Akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi ini dimainkan oleh 10 perempuan yang merupakan anggota dari Sanggar Lentera.

"Kegiatan yang dilakukan di Sanggar Lentera guna melestarikan budaya kesenian alat musik Tehyan" tambahnya.

KAB. TANGERANG
Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Senin, 8 Juni 2026 | 23:00

Barma Tama, 42, dan M Supriadi 17, seorang ayah dan anak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan seorang pedagang cilok berinisial P, 33, di kontrakannya di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill