Connect With Us

Kejari Tangerang Bicara Terkait Jalan Rusak di Perumahan Taman Royal

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:12

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Rade Bayu Probo Sutopo saat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyampaikan tanggapannya terkait problem jalan rusak di Perumahan Taman Royal 1, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. 

Sebelumnya, pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI), masyarakat Perumahan Taman Royal menggelar lomba menangkap ikan di jalan rusak berlubang. Hal itu sebagai bentuk menagih janji Pemerintah Kota Tangerang terkait perbaikan jalan. 

Kepala Kejari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana melalui Kasie Intelijen Raden Bayu Probo Sutopo mengatakan, perkembangan terkait fasos fasum jalan di Perumahan Taman Royal 1 tersebut sudah ada putusan perdata dari Pengadilan Negeri Tangerang atas gugatan warga Perumahan Taman Royal 1. 

Dalam keputusan tersebut, Pengadilan Negeri Tangerang mengabulkan gugatan penggugat, lalu menyatakan Jalan Boulevard Taman Royal 1 dan 3 adalah fasum dan fasos. 

Pengadilan itu juga menyatakan, Pemerintah Kota Tangerang dapat mengambil alih penanganan obyek sengketa Jalan Boulevard Taman Royal 1 dan 3. 

"Jadi, dari sisi hukum memang dalam proses gugatan tersebut sudah dinyatakan inkrah dan Pemkot Tangerang turut bertanggung jawab terkait dengan fasos fasumnya," ujarnya saat ditemui di kantor Kejari Kota Tangerang, Rabu 18 Agustus 2021. 

Namun hingga saat ini, kata Bayu, Pemerintah Kota Tangerang masih belum menerima penyerahan fasos fasum berupa jalan Perumahan Taman Royal 1 tersebut dari pengembang sebagai aset milik daerah.

"Nah, setelah diserahkan itu menjadi aset Pemkot Tangerang dan tercatat sebagai barang milik daerah, Pemkot baru bisa mengeluarkan uang negara untuk maintenance-nya yaitu perbaikan jalan terkait dengan hal tersebut," jelasnya. 

"Memang pengecekan dari kami di lokasi tersebut belum tercatat sebagai BMD.  Sehingga kita sedang berupaya menemui pengembang,  karena itu masih tanggung jawab pengembang dalam hal ini karena belum diserahkan pengembang ke Pemkot," imbuh Bayu. 

Bayu menjelaskan, solusi hukum terkait penyelesaian aset fasos fasum Jalan Perumahan Taman Royal 1 ini adalah dengan pertemuan antara pihak pengembang dan Pemerintah Kota Tangerang yang didampingi Jaksa Pengacara Negara (JPN). 

Lalu pihak perbankan juga harus dilibatkan. Sebab dalam kasus ini, pihak pengembang menjaminkan Perumahan Taman Royal 1 ke pihak perbankan. 

Karena berdasarkan Peraturan Wali Kota Tangerang, ada sejumlah 40 persen fasos fasum yang harus diserahkan kepada Pemerintah Kota Tangerang. 

"Jadi, apakah setelah 40 persen diserahkan agunan milik pengembang ini masih menjamin pinjamannya yang ada di perbankan. Harus duduk bersama termasuk BPN. Jadi, ketika 60 persen milik pengembang tersebut masih terjamin dengan agunan yang ada di perbankan, maka 40 persennya harus diserahkan ke Pemkot. Sampai saat ini pengembang belum menyerahkan ke Pemkot. Nah ini kita harus telusuri ke sana," jelas Bayu. 

Bayu menambahkan, upaya Kejari Kota Tangerang saat ini yaitu melakukan pendampingan secara hukum dan terdapat sejumlah langkah yang dijalankan. Adapun langkah pertama, pihak Kejari Kota Tangerang berdiskusi dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan site plan lokasi Perumahan Taman Royal 1 yang akan dijadikan fasos fasum. 

"Kemudian langkah kedua, kita mengajak Pemkot duduk bersama dengan pengembang, BPN, perizinan, dan perkim telusuri fasos fasumnya yang mana. Apakah sudah jadi aset pemerintah, lalu apakah aset tersebut sudah diserahkan dari pengembang ke Pemkot, lalu ketika belum diserahkan bagaimana alurnya penyerahan, karena ini melibatkan perbankan. Sebab di lokasi tersebut terdapat jaminan untuk perbankan sebagai agunan di perbankan," paparnya. 

Bayu berpesan, masyarakat Perumahan Taman Royal 1 serta pengguna jalan untuk bersabar terkait penyelesaian aset fasos fasum Perumahan Taman Royal 1 ini. 

"Mohon masyarakat bersabar semua ada aturan hukumnya. Jangan sampai dalam hal pelayanan publik, kami selaku aparat pemerintahan menabrak aturan.  Karena saat ini jalan tersebut masih tanggung jawab pengembang. Jadi, Pemkot tidak bisa melaksanakan pekerjaan fisik di lokasi tersebut," jelasnya.

TEKNO
RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

Senin, 20 Juli 2026 | 10:15

RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

BANTEN
Polda Banten Usut Dugaan Penculikan dan Pengeroyokan Aktivis di Lebak, Pelaku Masih Diburu

Polda Banten Usut Dugaan Penculikan dan Pengeroyokan Aktivis di Lebak, Pelaku Masih Diburu

Senin, 20 Juli 2026 | 14:27

Peristiwa dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penculikan terhadap seorang aktivis bernama Fam Fuk Tjhong (Uun) di wilayah Kabupaten Lebak, dilaporkan ke Polda Banten.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill