Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com-Sempat terpuruk di awal pandemi COVID-19, pedagang risoles keliling di Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mampu bertahan dan kini meraup kesuksesan dengan menjadi produsen.
Sang pemilik usaha Dessert By Legit, Mistiyati, warga RT02/02, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang ini melakukan terobosan dengan menjual risoles beku dan melalui promosi dari mulut ke mulut pelanggan. Kini pangsa pasarnya telah merambah wilayah Jabodetabek.
Mistiyati memproduksi risoles mayo itu di dapur rumahnya sendiri. Untuk memenuhi pesanan, dirinya bersama tiga orang pekerja memproduksi risoles pada malam dan pagi hari, dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Dalam satu hari, dirinya harus memproduksi 300 bungkus yang terdiri dari 10 pcs risoles beku di setiap bungkusnya. “Kita punya lima varian rasa, yakni sayur, beef mayo, beef mozarela, chicken mayo serta chicken ragout,” kata Mistiyati di rumahnya, Rabu 25 Agustus 2021.
Risoles produksi Mistiyati berbeda dengan risoles lain, karena memiliki resep khusus pada kulit risoles. Dirinya pun terjun langsung membuat risoles berbentuk segitiga tersebut.
Capaian ibu dari tiga orang anak ini membutuhkan kegigihan yang cukup menguras pikiran dan tenaga, lantaran dirinya sempat terpuruk di awal pandemi COVID-19.
Sebelumnya, usaha dagang keliling dengan sepeda motor sambil mengantar anaknya sekolah, yang dilakoninya selama 7 tahun temui hambatan, yakni konsumen terus berkurang karena khawatir paparan virus corona. “Untuk menjual 100 pcs per hari saja susah,” terangnya.
Dengan memutar otak mencari terobosan dan berbekal telepon genggam. Mistiyati menawarkan pesanan kepada pelanggan melalui aplikasi Whatsapp.
gayung bersambut, pelanggan justru banyak memesan dan promosi dari mulut ke mulut usaha risoles beku kini terus berkembang. “Sekarang banyak pelanggan, bahkan saya sempat kewalahan memenuhi pesanan,” tutur Mistiyati.
Untuk memuaskan pelanggan Mistiyati langsung mengantar pesanan hingga ke tangan pelanggan atau memanfaatkan jasa antar.
Harga yang ditawarkan untuk setiap bungkus berisi 10 risoles beku setiap varian rasa dijual seharga Rp20 ribu. Mistiyati terus mengembangkan usahanya, dimana kini telah memiliki 20 reseller di beberapa kota dan kini omset hariaannya mencapai jutaan rupiah.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGDi tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews