Connect With Us

Marak Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, Ini Tanggapan Ketua UMKM

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 3 September 2021 | 14:50

Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang. (Amalia Natasya Maharani / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Informasi dugaan maraknya pungutan liar (pungli) di Pusat Kuliner Pasar Lama Kota Tangerang ramai beredar di media sosial. 

Ketua Komunitas UMKM Pasar Lama Suhendi pun menanggapi terkait praktik pungli di pusat kuliner yang berada di Jalan Kisamaun Kota Tangerang ini.

Suhendi menyebut, praktik pungli yang diistilahkan sebagai salaran di pasar lama benar adanya.

“Iya ada seperti salar-salar mah. Cuma tergantung lapaknya,” ujarnya kepada TangerangNews, Jumat 3 September 2021.

Menurutnya, praktik salaran sudah biasa di setiap pasar termasuk di Pasar Lama Kota Tangerang.

“Ya yang namanya biasa pasar ya salar. Jadi mungkin sudah tradisi di mana-mana,” katanya.

Meskipun benar adanya, Suhendi menuturkan, tidak mengetahui secara pasti pedagang yang mengeluh keberatan salaran. Sebab pedagang yang berjualan di pusat kuliner Pasar Lama sangat banyak.

“Kalau terkait itu segala macam saya tidak ada urusan, bukan ranah saya, saya juga kan pedagang,” ungkapnya.

Setahu Suhendi, praktik salaran pedagang di pusat kuliner Pasar Lama berbeda-beda pada setiap lapak pedagang.

Ada yang memberikan salaran per hari, per minggu, atau per bulan dengan jumlah besaran  bervariasi. 

Suhendi sendiri memberikan uang ke pihak pengelola parkir setiap bulan dengan istilah sewa lapak dagangan.

“Kalau saya kan dagang bayar. Saya bayar bulanan ke pengelola parkir, istilahnya saya beli lahan parkir, misal motor sehari lima itu. Jadi, kalau lima motor kan Rp10 ribu, berarti saya bayar Rp300 ribu sebulan,” jelasnya.

Suhendi menganggap pembayaran sewa lapak tersebut wajar. Yang terpenting bagi pedagang adalah bisa berjualan secara nyaman dan aman.

Pihak Komunitas UMKM Pasar Lama yang dipimpinnya pun siap bekerja sama dengan pengelola termasuk pemerintah demi menciptakan suasana dagang yang kondusif.

“Bagi saya semua unsur damailah karena pedagang ingin kedamaian,” pungkasnya. (RAZ/RAC)

NASIONAL
Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

BANDARA
Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Senin, 12 Januari 2026 | 20:59

Cuaca buruk berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak pagi hari ini memicu gangguan besar pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Senin 12 Januari 2026.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

TANGSEL
Bukan Buang Sampah, Benyamin Tegaskan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Fokus Pengolahan

Bukan Buang Sampah, Benyamin Tegaskan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Fokus Pengolahan

Senin, 12 Januari 2026 | 21:37

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan bahwa rencana kerja sama soal sampah dengan pihak ketiga bukan pembuangan, melainkan skema pengolahan sampah modern yang berfokus pada pengurangan residu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill