Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com-Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat adanya peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan di bidang ritel dan rekreasi di wilayah Banten.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menanggapi, pergerakan masif masyarakat dalam masa PPKM saat ini merupakan konsekuensi dari upaya pemerintah mengeluarkan masyarakat dari krisis ekonomi.
"Kita tahu pandemik ini mengakibatkan tiga krisis. Krisis kesehatan, sosial, ekonomi. Nah sekarang dengan kondisi yang berangsur baik, tentu kita berharap ekonomi bisa berjalan dengan tetap memerhatikan prokes," kata Arief saat ditemui di Gedung Tangerang Convention Center, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Senin 20 September 2021.
Areif menyebut, pihaknya terus mempercepat vaksinasi untuk mengimbangi mobilitas masyarakat yang tinggi di masa pandemik Covid-19.
"Mengejar masyarakat itu untuk melakukan kegiatan vaksinasi smpai ke tingkat RW. Sebentar lagi kita persiapkan, kalau RW sudah selesai, (vaksinasi) door to door," katanya.
Sebagaimana diketahui, WHO mencatat ada peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di bidang ritel dan rekreasi.
Bahkan disebutnya telah mencapai prapandemi. Setidaknya ini terlihat di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Banten.
Karenanya, WHO meminta rencana antisipasi dan mitigasi. Ada kemungkinamn, ini akan meningkatkan transmisi Covid-19 dan berujung pada kapasitas sistem kesehatan nasional dan daerah.
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGMenandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.
Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews