Connect With Us

Siapkan Fasilitator Handal, PMI Kota Tangerang Gelar TOF

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 27 Februari 2022 | 14:13

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menyelenggarakan kegiatan pelatihan fasilitator atau training of fasilitator (TOF) untuk Palang Merah Remaja (PMR). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menyelenggarakan kegiatan pelatihan fasilitator atau training of fasilitator (TOF) untuk Palang Merah Remaja (PMR). 

Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan para fasilitator PMR yang handal dan meningkatkan kompetensi fasilitator PMR yang berada di PMI Kota Tangerang, serta mengevaluasi hasil pembinaan PMR di unit-unit sekolah di Kota Tangerang.

Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah menyampaikan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan dapat meningkatkan rasa percaya diri, sehingga secara otomatis dapat meningkatkan jumlah relawan muda yang terlatih pada masa yang akan datang.

Pelatihan ini mengacu pada standarisasi pelatihan yang ditetapkan Pusdiklat PMI Pusat dengan harapan hasil yang diperoleh tidak hanya diakui untuk kalangan internal PMI saja.

"Tetapi juga mendapatkan pengakuan dari pihak luar seperti lembaga sertifikasi profesi badan nasional/LSP BNSP, yang ditunjuk pemerintah sebagai standarisasi pelaku profesi di Indonesia,” ujar Oman, Minggu 27 Februari 2022.

Ke depan para alumni dari pelatihan ini dapat menyebarluaskan hasil yang diperoleh selama pelatihan di PMI Kota Tangerang.

"Para alumni yang telah siap kesediaan dan kesanggupan untuk mengikuti pelatihan sampai selesai, bersedia dimobilisasi sewaktu-waktu, sekaligus sebagai pesan pengingat kepada kita semua agar selalu berkarya demi kemanusiaan," jelasnya.

Ketua Bidang SDM dan Organisasi PMI Kota Tangerang Hasbullah menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kesadaran para relawan PMI yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR), maupun Tenaga Sukarela (TSR) dan Pembina PMR.

“Hal ini terwujud pada kesediaan mereka untuk terjun ke lapangan dalam memberikan pembinaan, pelatihan dan fasilitasi segala kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMR,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program kerja PMI Kota Tangerang tahun 2022 yang belum lama diadakan musyawarah kerja.

Dia menekankan peserta pelatihan Fasilitator PMR diharapkan bisa menjadi fasilitator PMR yang handal dan bisa mengembangkan pembinaan PMR di masyarakat.  

“Oleh karenanya, sudah menjadi tugas bagi PMI Kota Tangerang untuk menyiapkan para fasilitator PMR yang handal. Sehingga perlu diberikan beberapa pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka, seperti pelatihan tanggap darurat bencana, manajemen posko, pertolongan pertama tingkat mahir, dan pelatihan pelatih general serta pelatihan boca," pungkas Hasbullah.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill