Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Dua kelompok remaja terlibat tawuran di wilayah Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga mengakibatkan tiga orang menjadi korban.
Dalam aksi tawuran tersebut, kedua kelompok ini saling serang menggunakan senjata tajam. Aksi keduanya membuat warga sekitar resah.
"Kemarin itu. Mereka saling serang. Di sini sering cuma memang baru kali ini ada korban kena," kata Agus, warga sekitar, Senin 8 Maret 2022.
Warga yang geram pun mengamankan satu orang pelaku tawuran. Karena kesal, warga juga sempat menghajar pelaku tersebut.
"Satu orang kena, habis jadi bulan-bulanan. Sempat mau digebukin, tapi dibawa duluan ke kantor polisi," katanya.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Komarudin membenarkan adanya aksi tawuran antar kelompok tersebut.
"Jadi kronologisnya itu mereka adalah dua kelompok pelajar yang saling nantang atau janji tawuran di salah satu tempat, di mana dari kejadian tadi sore menyebabkan tiga orang luka," jelasnya.
Korban yang terkena sabetan senjata tajam tersebut berasal dari dua kelompok. “Jadi dari salah satu kelompok ada tiga jadi korban. Satu luka bacok di punggung, satu luka bacok di pinggang, Satu lagi di perut," pungkasnya.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGKasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 121 peristiwa kebakaran yang terjadi terjadi sejak 1 Juli hingga 26 Juli 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews