Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Tangerang Kota menghancurkan belasan ribuan botol berisi minuman keras (miras) menjelang Ramadan 1443 H, di halaman Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu 30 Maret 2022.
Tercatat, ada 16.187 botol miras dari berbagai merek, 200 bungkus plastik berisi miras oplosan, empat jerigen besar, dan 29 bungkus ciu yang dihancurkan menggunakan buldozer.
"Belasan ribu miras ini didapati dari Januari sampai Maret 2022, dalam rangka menjelang Ramadan yang tinggal menghitung hari," jelas Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin.

Selain miras, kepolisian juga memblender dan menghancurkan narkotika jenis sabu serta obat-obatan terlarang lainnya.
Narkotika tersebut dihancurkan di dalam mesin blender kemudian dicampur dengan garam.
"Estimasi korban yang dapat diselamatkan dari jumlah barang bukti ini berupa narkotika jenis sabu dan ekstasi sekitar 16.339 jiwa," kata Komarudin.

Adapun untuk mengantisipasi tindakan kriminal dan distribusi barang haram di bulan suci Ramadan, Polres Metro Tangerang Kota mendirikan 12 pos yang tersebar di Kota Tangerang.
"Di setiap kecamatan di setiap polsek ada pos pantau. Itu hasil analisa tempat-tempat yang kerap kali dijadikan titik temu oleh anak-anak atau kelompok untuk tawuran," papar Komarudin.

Patroli pun akan ditingkatkan pada malam hari. Sebab, biasanya remaja tanggung kumpul menjelang sahur.
"Pada bulan puasa kita akan mulai bergerak pada pukul 22.00 WIB. Tidak kurang dari satu kompi personel TNI Polri sampai dengan subuh," pungkasnya.
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGDi tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews