Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANGNEWS.com-Satpol PP Kota Tangerang Selatan menggerebek gudang tempat menyimpan minuman keras (miras) di RT001/003, Kecamatan Setu.
Dari penggerebekan ini petugas menyita ratusan karton berisi 6.420 botol miras berbagai jenis.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengapresiasi kinerja Satpol PP yang berhasil membongkar bisnis minuman keras ilegal ini.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini merupakan upaya Pemkot dalam menegakkan peraturan yang melarang penjualan minuman keras dalam bentuk apapun.
Diketahui bahwa toko atau kios yang digrebek ini merupakan salah satu pemasok miras eceran yang ada di sekitar Setu, Pamulang dan Serpong.
”Maraknya penjualan miras di eceran ini karena disimpan di gudang-gudang tersembunyi seperti ini,” ujarnya, Rabu 2 Maret 2022.
Karena itu Pilar memberikan apresiasi kepada Satpol PP yang sudah cermat melakukan pengawasan terhadap penyebaran miras ilegal ini di Kota Tangsel.
Dia berharap ke depannya, gudang-gudang penyimpanan miras ini bisa dimusnahkan di Kota Tangsel.
Plt Kepala Satpol PP Kota Tangsel Mursinah menjelaskan penggerebekan ini berawal dari petugas yang mencurigai sebuah toko jamu tradisional karena menjual minuman keras secara bebas.

Penjualan miras itu dianggap melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
”Jadi kejadian tertangkap tangan saat petugas Tim Tibum Satpol PP melakukan pengecekan permohonan masyarakat terkait pengurukan tanah di lokasi tersebut,” ujar Mursinah.
Pada saat itu petugas Satpol PP mendapati gudang miras dan adanya dua unit mobil yang datang akan menurunkan botol miras di lokasi tersebut.
Kemudian petugas langsung koordinasi dengan Tim Gakunda (Tim Gagak Hitam) untuk langsung ke TKP dan melakukan proses penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut.
Dari semua alkohol yang disita, jumlah keseluruhannya sebanyak 535 karton. Adapun jenis minuman beralkohol tersebut adalah anggur merah dengan kadar alkohol 14,7 persen isi 620 ml sebanyak 200 karton, Anggur Merah dengan kadar alkohol 19,7 persen isi sebanyak 100 karton.
”Ada juga Anggur Ginseng besar dengan kadar alkohol 17,5 persen sebanyak 200 karton, ditambah dengan White Port dengan kadar alkohol 14,7 persen sebanyak 10 karton,” ujar Mursinah.
Lalu, Anggur Kolesom besar dengan kadar alkohol 17,5 persen sebanyak 20 karton dan Arak Obat Besar dengan kadar alkohol 19,7 persen sebanyak lima karton.
"Diketahui bahwa dalam sebulan, pemilik toko menjual 25.680 botol minuman beralkohol," jelasnya.
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGSebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews