Connect With Us

Meski Harga Tiket Naik, Pemudik di Tangerang Tetap Antusias

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 29 April 2022 | 15:30

Pemudik memadati area loket tiket bus di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Pemudik yang menggunakan transporasi darat tetap antusias meskipun harga tiket bus naik hampir 100 persen di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Jumat 29 April 2022.

Seperti harga tiket bus jurusan Tangerang-Madura yang biasanya hanya Rp350 ribu, tetapi saat momen mudik Lebaran ini naik menjadi Rp650 ribu.

"Iya memang harga tiket naiknya tinggi banget, tapi saya tetap mudik," ungkap Atin, salah satu pemudik. 

Walaupun dikeluhkan oleh sejumlah pemudik karena mahalnya tiket bus, tetapi antusias para penumpang tetap terlihat dari padatnya Terminal Poris Plawad.

"Ya walau pun mahal mau gimana lagi, karena dua tahun kita tidak mudik. Ini kesempatan kita bertemu dengan saudara saudara kita di kampung halaman," ungkap Atin. 

Rudi, pemudik lainnya, yang hendak pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat mengaku tetap mudik. Dia menyebut, harga tiket bus menuju Solok, Sumatera Barat biasanya Rp575 ribu, tetapi kini naik menjadi Rp850 ribu. 

"Bersyukur sekali di masa pandemi ini pemerintah memperbolehkan mudik, walaupun banyak kendala seperti harga tiket yang mahal, hingga penundaan kebeangkatan dikarenakan busnya mengalami kemacetan d jjalan, saya tetap senang dan semangat untuk mudik," pungkasnya.

TEKNO
Rekomendasi Anti-DDoS Terbaik untuk Bisnis Online

Rekomendasi Anti-DDoS Terbaik untuk Bisnis Online

Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:13

Pertumbuhan e-commerce dan layanan digital di Indonesia menuntut infrastruktur yang selalu online, cepat, dan aman. Salah satu ancaman terbesar adalah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dapat membuat website tidak dapat diakses

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill