Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong
Minggu, 5 April 2026 | 14:06
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TANGERANGNEWS.com-Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Cikokol, Kota Tangerang kerap ramai didatangi para wajib pajak.
Namun sayangnya, hal tersebut tidak diimbangi dengan pelayanan yang cepat. Akhirnya banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan tersebut.
Berdasarkan pantauan TangerangNews pada Senin 6 Juni 2022, Samsat yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tangerang tersebut tampak membeludak.
Para wajib pajak serta biro jasa rela antre di loket pembayaran untuk menunaikan kewajibannya membayar pajak. Namun, wajib pajak menganggap pelayanan di Samsat Cikokol lambat.
"Pelayanannya lambat banget memang. Saya ini mau bayar pajak, mau menjadi warga negara yang taat pajak, tetapi kalau pelayanannya lambat ya jadi malas," ujar salah satu wajib pajak berinisial M, saat ditemui di Samsat Cikokol.
Dia mengaku datang ke Samsat Cikokol sekitar pukul 09.00 WIB, untuk mengurus pergantian kaleng lima tahunan kendaraan sepeda motor. Namun baru selesai di pukul 14.30 WIB.
Ia awalnya datang ke pelayanan penggesekan nomor rangka mesin kendaraan dan membayar Rp30 ribu. Kemudian, ia diarahkan untuk masuk ke dalam Samsat Cikokol dan menunggu pembayaran yang cukup lama di loket kasir.
Setelah itu, ia diarahkan untuk ke loket pelayanan validasi pengecekan nomor kendaraan bermotor, karena nomor kendaraanya terblokir.
"Jadi, banyak loket yang harus dilewati, ini cukup ribet dan memakan waktu. Soalnya saya harus bekerja juga," katanya.
Ia berharap, pihak Samsat Cikokol bisa meningkatkan kinerja pelayanannya menjadi lebih baik, efektif, dan efisien, agar wajib pajak bisa merasakan kenyamanan.
TODAY TAGAkhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan Undang-undang (UU) No 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) tidak berdampak pada pegawai di wilayahnya.
Libur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews