Connect With Us

Street Food Ala Korea di Cibodas Tangerang Digandrungi Remaja Wanita

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:53

Street Food Oppa Al di Jalan Prambanan Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com-Korea telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Apapun yang berhubungan dengan Korea banyak dibicarakan mulai dar kuliner, pakaian, film, maupun lagu-lagunya.

Melalui fenomena tersebut, kemudian mulai banyak bermunculan penjual-penjual yang menjajakan dagangannya dengan unsur Korea, salah satunya adalah Street Food Oppa Al.

Kuliner kekinian ala Negeri Gingseng ini berlokasi di Jalan Prambanan Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Kawasan tersebut memang telah banyak dipenuhi oleh jajanan.

Street Food Oppa Al saat ini menyediakan tiga menu andalan yaitu odeng, tteokbokki dan baso seafood. Ketiganya disajikan dengan dilumuri oleh saos gochujang pedas ala Korea yang akan memanjakan lidah bagi para pecinta kuliner. 

Pantauan TangerangNews, Street Food Oppa Al cukup ramai dikunjungi oleh para pembeli yang semakin malam silih berdatangan. 

Ryan, pemilik dari Street Food Oppa Al mengaku ia sendiri merupakan pecinta drama Korea (drakor) sehingga dari situlah kemudian terinspirasi untuk membuka bisnis kuliner ala Korea. 

"Sudah ada yang mengajari untuk cara pembuatannya, sebab ini sistem franchise. Jadi saya tinggal menyiapkan tempat untuk berjualan," jelasnya kepada TangerangNews, Sabtu, 20 Agustus 2022, malam.

Sementara itu, pelanggan dari Street Food Oppa Al sendiri rata-rata terdiri dari para remaja perempuan yang juga menyukai hal-hal yang berbau Korea.

Tak hanya itu, terkadang dari kalangan bapak-bapak atau pemuda pun turut mencoba, karena penasaran terhadap kuliner ini. 

Adapun untuk harga sangat terjangkau karena semua menunya hanya dibanderol dengan harga Rp10 ribu saja. Street Food Oppa Al buka mulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

KAB. TANGERANG
Sepekan Kebakaran, Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Diklaim Membaik

Sepekan Kebakaran, Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Diklaim Membaik

Senin, 6 Juli 2026 | 21:33

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin hingga hari ketujuh masih belum padam. Meski begitu, kualitas udara di area sekitar lokasi diklaim sudah berangsur membaik.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill