KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 1.035 atlet Kota Tangerang menjalani tes fisik II di Stadion Benteng Reborn, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu, 3 September 2022 pagi.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang, Heru Minwardiani menjelaskan, tes fisik II ini dilakukan untuk mengevaluasi pembinaan dalam program Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab).

"Kita ingin lihat perkembangan para atlet untuk latihannya dan sebagai bahan evaluasi latihan mereka dalam Puslatcab," ujar Heru kepada TangerangNews di Stadion Benteng Reborn.
Heru mengatakan, Puslatcab merupakan program penyiapan menjelang Porprov VI Banten yang akan digelar pada November 2022 di Kota Tangerang. Tes fisik ini merupakan kali keduanya setelah tes fisik pertama dilakukan pada Mei.

Adapun rangkaian tes fisik yang diikuti para atlet meliputi tes kesehatan, antropometri, tes kekuatan, tes daya tahan, tes balke, tes kecepatan, dan tes illinois.
Dari rangkaian tes tersebut para atlet harus memenuhi standar norma yang ditetapkan. "Diharapkan mereka 90 persen baik ya untuk para atlet ini," kata Heru.
Heru mengharapkan para atlet siap untuk mengikuti Porprov agar meraih hasil maksimal di rumah sendiri. Adapun dari 47 cabang olahraga yang dipertandingkan, para atlet Kota Tangerang ditargetkan meraih juara umum.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Pemerintah daerah (pemda) yang selama ini kewalahan menanggung beban belanja pegawai kini dapat bernapas lega.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews