Connect With Us

Relokasi Pedagang Pasar Anyar Tangerang Tuai Polemik, Begini Kata Pengamat

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 1 Februari 2024 | 20:09

Pengamat kebijakan publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) Riko Noviantoro (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Relokasi pedagang terkait revitalisasi Pasar Anyar, Kota Tangerang menuai polemik dan berbagai penolakan.

Pasalnya, para pedagang menilai tempat relokasi yang disediakan Pemerintah Kota Tangerang, yakni di Plaza Shinta dan Mal Metropolis terlalu jauh serta terpisah.

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) Riko Noviantoro menyebut usulan tempat relokasi dari Pemkot Tangerang sebenarnya sudah tepat.

Menurutnya, tempat relokasi permintaan para pedagang di Pasar Mambo Utara dan Selatan lahannya cenderung kurang luas, serta berpotensi menimbulkan kemacetan dan kepadatan.

"Permintaan pedagang agar relokasi ke Pasar Mambo dapat dilakukan jika luasan tempat dapat menampung seluruh pedagang dan tidak berdesak-desakan," ujar Riko saat dihubungi, Kamis, 01 Februari 2024.

Di sisi lain, ia menilai Plaza Shinta sebetulnya cocok untuk menampung sekitar 578 pedagang Pasar Anyar yang akan direlokasi lantaran lokasinya lebih luas sehingga terlihat lebih nyaman dan kondusif.

"Rasanya tidak akan kondusif jika sepenuhnya direlokasi ke Pasar Mambo, yang lokasinya tidak cukup luas untuk menampung mereka (pedagang)," tambahnya.

Kendati begitu, Riko mengapresiasi langkah Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang yang berupaya berkomunikasi dan menerima aspirasi para pedagang Pasar Anyar.

Riko berharap, proses relokasi dapat berjalan lancar guna mendukung revitalisasi. Sebab, Pasar Anyar sebagai pasar tradisional terbesar di Kota Tangerang perlu ditata agar dapat terus bersaing.

"Saya rasa, para pedagang tentunya ingin dapat berjualan dengan tenang, dengan suasana pasar yang lebih nyaman, bersih," kata Riko.

Sebelumnya, Pemkot Tangerang menggelar rapat dengan perwakilan pedagang dan paguyuban pedagang Pasar Anyar pada 25 Januari 2024.

Dalam rapat tersebut, perwakilan pedagang meminta agar opsi relokasi tidak jauh dari lokasi Pasar Anyar, yakni Pasar Mambo.

Opsi tersebut kemudian ditampung dan dikaji lebih lanjut oleh Pj Wali Kota Tangerang dengan mempertimbangkan kondisi daya tampung Pasar Mambo.

Apabila tidak memungkinkan, maka para pedagang dapat menempati lokasi relokasi yang telah disiapkan, yakni di Plaza Shinta dan Mal Metropolis.

OPINI
Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:03

Kekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.

TANGSEL
Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill