Connect With Us

Warga Mulai Berburu Pernak-Pernik Imlek di Pasar Lama Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 7 Februari 2024 | 09:53

Pernak pernik Imlek di Pasar Lama, Kota Tangerang, Rabu 7 Februari 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pasar Lama dikenal menjadi kawasan pecinan di Kota Tangerang. Selain adanya Klenteng Boen Tek Bio dan Khongcu Bio, sejak dulu kawasan Pasar Lama dihuni oleh mayoritas etnis Tionghoa. 

Tak heran, menjelang perayaan besar etnis Tionghoa seperti Tahun Baru Imlek, Pasar Lama menjadi tempat masyarakat yang mencari atau berburu pernak pernik Imlek.

Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2024, membuat kawasan Pasar Lama Kota Tangerang dipenuhi dengan pernak pernik Imlek. 

Banyak pedagang yang menjual berbagai macam kebutuhan Imlek seperti, lampion, amplop Imlek, hiasan Imlek, serta aneka aksesoris menghiasi hampir sepanjang Jalan Kisamaun, Pasar Lama, Kota Tangerang.

Kezia Gabriella, siswi SMK Buddhi Tangerang yang datang bersama teman-temannya untuk mencari kebutuhan dekorasi kelas di sekolahnya mengaku, Pasar Lama menjadi tempat langganannya berburu kebutuhan perayaan Imlek.

Setiap tahun ia selalu datang ke Pasar Lama karena di sini pernak-perniknya lebih lengkap, selain itu juga harganya terjangkau dan mudah diakses.

"Kebetulan saya datang ke sini bersama teman-teman untuk membeli perlengkapan kebutuhan dekorasi kelas jelang Imlek nanti,” tuturnya, Rabu 7 Februari 2024.

Sementara itu, Asep Anang merupakan salah satu pedagang yang sudah 20 tahun menjual aneka pernak pernik Imlek.

Sejak awal Februari 2024, penjualan kebutuhan Imlek ini semakin meningkat dari biasanya. Dalam sehari Asep mampu raup omzet mulai Rp5 juta-Rp7 juta.

Harganya kisaran Rp5 ribu-Rp10 ribu untuk per pak angpao. Sedangkan lampion kisaran Rp50 ribu-Rp400 ribu.

“Jelang Imlek, banyak masyarakat yang membeli kebutuhan untuk dekorasi. Rata-rata produk yang dicari yakni lampion, hiasan dinding, sampai angpao,” ujar Asep.

Selain menjual pernak pernik Imlek, Pasar Lama Kota Tangerang juga banyak menjual aneka makanan khas seperti dodol, kue keranjang, kue mangkuk, dan lainnya.

Tak ketinggalan bunga pussy willow dan pohon khas Imlek pun menjadi buruan masyarakat Tionghoa.

NASIONAL
PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun

PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun

Rabu, 4 November 2026 | 18:21

PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

KOTA TANGERANG
75 SPPG di Kota Tangerang Kantongi SLHS, Kemenkes Wanti-wanti Jaga SOP Tiap Hari

75 SPPG di Kota Tangerang Kantongi SLHS, Kemenkes Wanti-wanti Jaga SOP Tiap Hari

Rabu, 4 November 2026 | 20:30

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang agar tetap menjaga kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill