Connect With Us

Harga Terus Naik, Pedagang Beras di Pasar Tangerang Jadi Sepi Pembeli

Yanto | Selasa, 20 Februari 2024 | 12:38

Pedagang beras di Pasar Malabar Kota Tangerang, Selasa 20 Februari 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Harga beras di pasar tradisional Tangerang terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.

Seperti yang terjadi di Pasar Malabar Kota Tangerang, Selasa 20 februari 2024. Salah satu pedagang, Iwan, 43 mengatakan kenaikan harga membuat stok beras di lapak miliknya menjadi sulit terjual.

Apalagi sebagian warga mendapatkan bantuan sosial (bansos) beras dari pemerintah.

“Saat ini beras saya belum terjual selama sepuluh hari lebih. Biasanya 15 sak beras hanya butuh 4 hari sudah habis, kemungkinan pemutaran ekonomi di atas kurang stabil, makanya berpengaruh saya masyarakat lainnya,” keluhnya.

Iwan menjelaskan, untuk harga beras eceran saat ini dibandrol dengan harga Rp16.500 per liter dari harga awal Rp15.500 per liter.

Sedangkan untuk produk beras dengan kemasan berat 5 Kilogram dihargai Rp95.000 dari harga sebelumnya sekitar Rp85.000, minggu lalu.

”Naiknya harga beras ini bertahap sejak sepekan liburan bulan lalu, tiap hari naik sebanyak Rp1000 sampai Rp1500,” bebernya.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk para pedagang kelas menengah ke bawah. Sebab, dampak kenaikan harga ini sangat luar biasa.

"Apa lagi sebentar lagi sudah memasuki bukan Ramadan. Pasti kebutuhan masyarakat umum tambah banyak, seandainya kalau harga beras tidak stabil bagaimana pengeluarannya," terang Iwan.

Iwan juga meminta kepada pemerintah, dari pada bantuan beras, lebih baik memberikan program bantuan langsung tunai (BLT) agar bisa dibelanjakan kebutuhan pokok.

"Jadi pada perputarannya ke pelaku usaha menengah ke bawah," tukasnya.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill