KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin menegaskan akan memberi instruksi untuk rute angkot melewati Mal Metropolis, Kota Tangerang.
"Aaya sudah mintakan ke Dinas Perhubungan untuk segera merealisasikannya agar Angkot masuk lagi ke sini, rencana minggu depan," ujar Nurdin saat dialog dengan pedagang komoditi kering Pasar Anyar, di Aula Kecamatan Tangerang pada Sabtu, 16 Maret 2024.
Menurut Nurdin, hal itu akan menambah keramaian di Mal Metropolis. Sebab, pelanggan Pasar Anyar memang kerap menggunakan angkot saat akan berbelanja.
"Kami telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas di lokasi relokasi," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Nurdin juga meminta agar para pedagang yang masih menolak untuk pindah agar segera pindah ke lokasi relokasi yang disediakan.
Padahal, kata Nurdin, Pemkot Tangerang telah menuruti keinginan pedagang untuk pindah ke lokasi yang tidak jauh dari Pasar Anyar, yakni Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan.
"Sesuai dengan permintaan waktu dialog, para pedagang ingin direlokasi ke Pasar Mambo yang tidak jauh dari Pasar Anyar, namun sudah disampaikan lokasi tersebut sempit," kata Nurdin.
Untuk itu, bagi para pedagang yang enggan relokasi ke Pasar Mambo, maka akan diarahkan untuk ke lokasi Mal Metropolis dan Plaza Shinta.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGMasyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews