Pertamina Usul Beli Gas LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung per Bulan
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:35
PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com- Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin menegaskan akan memberi instruksi untuk rute angkot melewati Mal Metropolis, Kota Tangerang.
"Aaya sudah mintakan ke Dinas Perhubungan untuk segera merealisasikannya agar Angkot masuk lagi ke sini, rencana minggu depan," ujar Nurdin saat dialog dengan pedagang komoditi kering Pasar Anyar, di Aula Kecamatan Tangerang pada Sabtu, 16 Maret 2024.
Menurut Nurdin, hal itu akan menambah keramaian di Mal Metropolis. Sebab, pelanggan Pasar Anyar memang kerap menggunakan angkot saat akan berbelanja.
"Kami telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas di lokasi relokasi," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Nurdin juga meminta agar para pedagang yang masih menolak untuk pindah agar segera pindah ke lokasi relokasi yang disediakan.
Padahal, kata Nurdin, Pemkot Tangerang telah menuruti keinginan pedagang untuk pindah ke lokasi yang tidak jauh dari Pasar Anyar, yakni Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan.
"Sesuai dengan permintaan waktu dialog, para pedagang ingin direlokasi ke Pasar Mambo yang tidak jauh dari Pasar Anyar, namun sudah disampaikan lokasi tersebut sempit," kata Nurdin.
Untuk itu, bagi para pedagang yang enggan relokasi ke Pasar Mambo, maka akan diarahkan untuk ke lokasi Mal Metropolis dan Plaza Shinta.
PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).
TODAY TAGWarga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
Aplikasi kecerdasan buatan Grok masih diblokir sementara di Indonesia sejak 10 Januari 2026. Hampir tiga pekan setelah pemblokiran diberlakukan, belum ada kepastian kapan akses terhadap layanan tersebut akan kembali dibuka.
Produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd., memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan usaha anak perusahaan konsolidasinya di Indonesia, PT Krakatau Osaka Steel (KOS).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews