Mulai Dibangun, DPD RI Banten Bakal Punya Kantor Baru Senilai Rp10 Miliar
Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:14
Pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Banten mulai berlangsung di Kota Serang, Rabu, 5 Agustus 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah warga resah dengan kabel menjuntai dan tiang listrik miring di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu 27 April 2024.
Komeng, 49, juru parkir dekat lokasi menganggap kondisi kabel yang menjuntai dan semrawut tersebut berbahaya serta rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan
"Yang saya takutkan nanti kalau ada yang tersandung atau terjerat kabel dalam kondisi kecepatan tinggi, bisa mengakibatkan kecelakaan," katanya.
Gunawan seorang driver ojek online (ojol) mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya banyak kabel yang kondisinya menjuntai sampai nyaris menyentuh tanah di Jalan Teuku Umar, khususnya di depan McDonald's Shinta Karawaci.
Kabel tersebut sempat tersangkut di atap truk yang lewat, sehingga sopir harus berhenti dan merapihkannya.
"Banyak banget tadi saya lihat kendaran besar berhenti untuk menghindari kabel menjuntai, yang pasti demi keselamatan masing-masing," ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang segera melakukan tindakan tegas kepada perusahaan yang tidak memperhatikan kabel-kabel listrik ataupun fiber optik ini.
"Karena berdampak kepada masyarakat umum khususnya pengendara sepeda motor, bisa jatuh gara-gara kena kabel," tegas Gunawan.
Pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Banten mulai berlangsung di Kota Serang, Rabu, 5 Agustus 2026.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan memanggil para pemilik jaringan utilitas untuk membenahi kabel semrawut yang menjuntai di Jalan Prabu Kian Santang dan Jalan M Toha, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews