KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 1.762 jemaah haji asal Kota Tangerang diberangkatkan dari Masjid Raya Al-A’zhom, Kota Tangerang, pada Sabtu, 11 Mei 2024.
Para jemaah dilepas langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang beserta Pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten maupun Kota Tangerang.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Samsudin mengatakan, para jemaah akan diberangkatkan melalui embarkasi Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Lalu, pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap melalui 5 kloter yang telah ditentukan, yakni kloter 2, kloter 12, kloter 20, kloter 41, dan kloter 64 sesuai pembagian kloter secara nasional.
"Seperti tahun sebelumnya, kami tahun ini juga tetap mengedepankan pelayanan 'Haji Ramah Lansia' meski jumlah jemaah berusia lanjut lebih sedikit dibandingkan tahun kemarin," ujar Samsudin.
Adapun pemulangan para jemaah haji rencananya akan seperti pada tahun sebelumnya, yakni memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Provinsi Banten yang terletak di Cipondoh, Kota Tangerang.
Terkait fasilitas penunjang dan akses jalan, Samsudin menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemprov Banten, Pemkot Tangerang, dan pihak-pihak terkait.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, mulai Oktober hingga Desember 2026.
IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews