Connect With Us

Anggota KPUD Kota Tangerang Dituduh Bertemu Calon Gubernur Banten

| Kamis, 9 Juni 2011 | 12:56

KPU Kota Tangerang didemo lantaran anggotanya diduga melakukan pertemuan dengan calon gubernur Banten. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilukada Banten (AMPIBI) merunjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang, Kamis (9/6). Mereka menuntut salah satu Anggota KPUD Adang Suyitno mundur dari jabatannya karena dinilai tidak netral.

Menurut koordinator aksi demo Lutfi, Adang Suyitno telah memfasilitasi pertemuan dengan tim sukses salah satu kandidat calon gubernur Pilkada Banten disuatu tempat di Jakarta bersama dengan beberapa Ketua PPK Kota Tangerang.
 
Namun dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut tentang pertemuan tersebut, karena masih dalam penelusuran. "Pertemuannya pada dua malam yang lalu. Nanti kita jelaskan semuanya secara gamblang siapa calon gubernur dan siapa saja yang hadir, setelah kami melaporkan hal ini ke Bawaslu dan KPU Pusat," tuturnya, Kamis (9/05/2011).

Lutfi juga menduga ada indikasi suap dalam pertemuan tersebut, tapi pihaknya masih menyelidiki lebih dalam. "Kalau memang ada penyuapan, berarti sudah masuk pelanggaran kode etik," terangnya.

Lutfi mengaku menyayangkan adanya pertemuan tersebut. Seharusnya Anggota KPUD bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada Banten. Untuk itu pihaknya menuntut agar Adang mundur dari jabatannya, karena berdasarkan ketentuan, Anggota KPUD yang tidak netral harus dipecat. "Untuk itu kita akan laporkan hal ini agar Adang segera diproses. Dia bisa gugur dari keanggotaannya. Kita juga minta agar Ketua KPUD Kota Tangerang Syafril Elain meplenokan pemecatan Adang," tegas Lutfi.

Sementara itu, ketika perwakilan demonstran hendak menemui Syafril dan Adang, ternyata keduanya tidak berada di tempat. Akhirnya mereka bertemu dengan salah satu Anggta KPUD Eddy Hafas

Eddy mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi laporan tersebut kepada Adang. Ia juga akan berkoordinasi dengan KPU Provinsi Banteng untuk konsultasi. "Kita akan proses laporan ini dengan terlebih dahulu minta klarifikasi dari yang bersangkutan," katanya.(RAZ)

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Cek Dulu Stiker Resminya

Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Cek Dulu Stiker Resminya

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:53

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli hewan kurban dan memastikan lapak penjualan memiliki stiker resmi dari Pemkot Tangerang.

PROPERTI
Bukan di Bali, Hunian Ala Resort dengan Danau 32 Hektare Ini Ada di Tangerang

Bukan di Bali, Hunian Ala Resort dengan Danau 32 Hektare Ini Ada di Tangerang

Kamis, 14 Mei 2026 | 07:45

Suasana hunian bergaya resort dengan pemandangan danau luas kini tak hanya bisa ditemukan di Bali. Konsep serupa mulai hadir di Tangerang lewat peluncuran klaster premium Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill