Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com- Sejumlah pedagang pasar di Kota Tangerang diuji tera ulang timbangan oleh UPT Pelayanan Metrologi Legal, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagop UKM), Senin, 10 Juni 2024.
Uji tera timbangan ini dilakukan dalam rangka menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah mendatang.
Kepala UPT Pelayanan Metrologi Legal Kota Tangerang Nur Hidayat mengatakan, uji tera timbangan dilakukan di Pasar Lingkungan RW 08 Batuceper, Pasar Keroncong Permai, Pasar Barokah Lembang, Pasar PCN, Pasar Saraswati, Pasar Sewo, CBD Plaza dan Modern Town Market.
"Ratusan unit alat ukur takar timbangan dan perlengkapan (UTTP) telah diuji tera dan masih akan terus bertambah. Seiring, masih adanya sejumlah pasar yang akan dilakukan sidak hingga mendekati Hari Raya Iduladha nanti," ujarnya.
Lanjut Hidayat, dalam pengujian pihaknya menemui adanya beberapa timbangan yang akurasinya tidak tepat.
Untuk itu, kata Hidayat, petugas langsung membenarkan timbangan tersebut sesuai standar ketentuan berlaku.
Menurut Hidayat, kegiatan uji tera ulang timbangan ini wajib dilaksanakan lantaran sudah diatur dalam perundang-undangan. Terlebih, menjelang Iduladha seperti saat ini.
"Alat timbang dalam setahun penggunaannya harus diuji, apakah sesuai dengan standar dan tidak mengalami kerusakan, harus dikalibrasi lagi," tukasnya.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews