Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com- Komunitas pegawai wanita PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten atau Srikandi PLN, bersama Yayasan Baitul Maal (YBM), giat menggelar berbagai program kesehatan.
Salah satu ialah program "Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas" yang fokus pada upaya pengentasan stunting dengan tujuan utama untuk mengatasi masalah pertumbuhan anak yang dapat mempengaruhi kecerdasan dan perkembangan mereka sejak dini.
Kepala Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang dr. Novan Hermawan mengapresiasi kontribusi PLN dalam penanganan stunting.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diadopsi oleh banyak pihak dan dapat terus berlanjut," ujarnya.
General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin menjelaskan, program pengentasan stunting yang diprakarsai oleh Srikandi PLN ini telah sesuai dengan komitmen perusahaan dalam memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
"Kami aktif dalam memberikan paket nutrisi, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga mengadakan sosialisasi kesehatan," ucap Andy.
Dalam program ini, PLN juga membagikan 106 paket yang berisi bahan makanan pokok seperti beras, telur, biskuit, susu, dan minyak goreng, dengan harapan paket nutrisi tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin anak-anak yang menerima.
"Semoga paket nutrisi ini dapat memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin bagi para penerima manfaat serta memberikan kebahagiaan bagi mereka," pungkasnya.
TODAY TAGPenyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews