Connect With Us

Pengamat Soroti Iuran Wadah MBG di SDN Kota Tangerang

Yanto | Rabu, 15 Januari 2025 | 19:31

Pelaksanaan program makan bergizi gratis di Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sosial media diramaikan soal keluhan orang tua siswa yang dimintai iuran sebesar Rp10 ribu oleh pihak sekolah di Kota Tangerang, untuk membeli wadah makan dalam program makan bergizi gratis (MBG). 

Para orang tua mempertanyakan adanya pungutan uang, sedangkan program pemerintah pusat tersebut sudah dinyatakan gratis.

Hal ini pun mendapat sorotan sorotan dari pengamat.

Adib Miftahul, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) mengatakan program MBG ini merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan menjadi program monumental.

Pelaksanaannya didukung infrastruktur yang baik, termasuk pelibatan TNI untuk memastikan kelancaran program tersebut.

"Jadi, seharusnya tidak ada pungutan tambahan dalam bentuk apapun,” jelasnya, Rabu 15 Januari 2025.

Adib menyikapi potensi masalah dalam komunikasi terkait pelaksanaan program ini. 

“Kadang, informasi yang tersebar di masyarakat tidak holistik dan tidak komprehensif. Akibatnya, muncul isu liar yang memicu keresahan, seperti dugaan adanya pungutan di program makan gratis ini,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dari pihak sekolah untuk menghindari kesalahpahaman. 

“Jika ada pihak yang memungut biaya, itu sangat disayangkan. Harusnya program ini tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan manfaat langsung kepada siswa tanpa menambah beban bagi masyarakat,” tegas Adib.

Adib menekankan pendampingan oleh TNI dalam pelaksanaan program MBG, seharusnya mampu mencegah segala bentuk penyimpangan.

“Keberadaan TNI menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran program ini. Kalau sampai ada pungli, saya kira ini keberanian luar biasa dari pihak yang melakukannya, mengingat ada pengawasan ketat,” kata Adib.

Adib juga menyoroti lambannya respons dari pihak sekolah terkait isu ini.

“Jika benar ada laporan atau keluhan dari masyarakat, pihak sekolah harus segera memberikan klarifikasi. Ketidakhadiran komunikasi justru bisa memperkeruh suasana,” pungkasnya.

Sementara itu, Khikmawanto, Direktur Eksekutif Direktur Eksekutif Renaissance Institute menilai program makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo ini kurang efekif jika diterapkan di daerah perkotaan seperti Kota Tangerang.

Program tersebut lebih cocok di daerah pedesaan atau pelosok. Sebab, konteks kebutuhan dan manfaat program ini berbeda antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

"Di kota-kota besar, pola makan masyarakat cenderung lebih terjamin. Anak-anak di perkotaan, misalnya, sudah terbiasa mengonsumsi makanan bergizi seperti ayam secara rutin," kata Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Yuppentek Indonesia ini.

Sementara itu, di pedesaan, apalagi di wilayah tertinggal seperti Papua, konsumsi makanan bergizi seperti ayam masih dianggap sebagai kemewahan. 

"Di pedalaman, ketika anak-anak yang biasa makan ubi diberikan ayam atau makanan bergizi lain, mereka sangat bersyukur. Hal ini menunjukkan bahwa program ini lebih memberikan dampak nyata di wilayah tersebut," jelasnya.

Khikmawanto juga mengingatkan di perkotaan, orang tua umumnya lebih mampu menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya. 

Sebaliknya, di daerah pelosok, akses dan kemampuan ekonomi sering menjadi kendala dalam menyediakan makanan sehat.

 "Kalau kita pukul rata, program ini justru bisa kurang tepat sasaran di kota. Program makan bergizi sebaiknya diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, yaitu masyarakat di daerah terpencil," tambahnya.

Ia juga menyoroti fenomena menikmati kemiskinan yang sering terjadi di perkotaan. 

Fenomena ini merujuk pada sikap masyarakat yang tetap mengandalkan bantuan sosial meskipun sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan sendiri. 

Hal ini, menurut Khikmawanto, menjadi tantangan dalam memastikan program seperti makan bergizi gratis benar-benar menyentuh pihak yang membutuhkan.

"Pemerintah lebih memperhatikan pemerataan program bantuan ini, dengan fokus utama pada daerah-daerah yang memang memerlukan dukungan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakatnya," paparnya.

Ia, juga menekankan perlunya pengawasan agar program ini berjalan sesuai sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANDARA
Amankan Akses Vital Bandara Soetta, Menko AHY Minta Penanganan Banjir di Kali Prancis Jadi Prioritas

Amankan Akses Vital Bandara Soetta, Menko AHY Minta Penanganan Banjir di Kali Prancis Jadi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 | 23:32

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung langkah pencegahan banjir dan penanganan pendangkalan di kawasan Kali Perancis, Kota Tangerang

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill