Darurat Kemarau Ekstrem, Ada 11 Titik Kebakaran di Kabupaten Tangerang dalam Sehari
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:35
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com- Wali Kota Tangerang Sachrudin, melakukan upaya penguatan sektor pendidikan agama sebagai bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia yang berakhlakul karimah.
Melalui program Tarawih Keliling Safari Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang menyalurkan dana hibah sebesar Rp15,5 miliar kepada 200 lembaga keagamaan di berbagai kecamatan.
Dalam kunjungannya ke Masjid Al Barkah, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Sachrudin menyerahkan hibah senilai Rp100 juta untuk mendukung kegiatan pesantren, TPQ, serta majelis taklim.
"Selain melakukan silaturahmi dengan warga dalam program Tarawih Keliling Safari Ramadan, Pemkot Tangerang juga menyalurkan hibah ke masjid, madrasah, pesantren kemudian ormas dan OKP," ujar Sachrudin, Senin, 10 Maret 2025, malam.
Bantuan hibah ini pun disambut baik oleh para penerima manfaat, salah satunya ialah TPQ Al-Mafathih di Ciledug.
Pengurus TPQ Al-Mafathih Isang mengatakan, dana yang diterima akan dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas agar pendidikan Al-Qur'an lebih maksimal.
"Kami pun bisa lebih banyak mempermudah masyarakat dalam menjangkau pendidikan Al-Qur'an di Kota Tangerang. Ya, gampang sekolah Al-Qur'an di Kota Tangerang," ungkapnya.
Program hibah ini diharapkan dapat mendukung pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda di Kota Tangerang.
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGSpanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.
Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews