KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Wali Kota Tangerang Sachrudin, melakukan upaya penguatan sektor pendidikan agama sebagai bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia yang berakhlakul karimah.
Melalui program Tarawih Keliling Safari Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang menyalurkan dana hibah sebesar Rp15,5 miliar kepada 200 lembaga keagamaan di berbagai kecamatan.
Dalam kunjungannya ke Masjid Al Barkah, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Sachrudin menyerahkan hibah senilai Rp100 juta untuk mendukung kegiatan pesantren, TPQ, serta majelis taklim.
"Selain melakukan silaturahmi dengan warga dalam program Tarawih Keliling Safari Ramadan, Pemkot Tangerang juga menyalurkan hibah ke masjid, madrasah, pesantren kemudian ormas dan OKP," ujar Sachrudin, Senin, 10 Maret 2025, malam.
Bantuan hibah ini pun disambut baik oleh para penerima manfaat, salah satunya ialah TPQ Al-Mafathih di Ciledug.
Pengurus TPQ Al-Mafathih Isang mengatakan, dana yang diterima akan dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas agar pendidikan Al-Qur'an lebih maksimal.
"Kami pun bisa lebih banyak mempermudah masyarakat dalam menjangkau pendidikan Al-Qur'an di Kota Tangerang. Ya, gampang sekolah Al-Qur'an di Kota Tangerang," ungkapnya.
Program hibah ini diharapkan dapat mendukung pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda di Kota Tangerang.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama tim gabungan melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan untuk meminimalisir dampak sebaran abu vulkanik yang mengendap di badan jalan.
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews