Connect With Us

3.000 Warga di Kecamatan Pinang Dicoret

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 16 Mei 2009 | 19:04

Ilustrasi KTP Elektronik. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Sekitar 3.000 warga Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terancam dicoret dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan Presiden mendatang.

Itu disebabkan setelah dilakukan pendatan ulang oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), warga tersebut tidak mempunyai identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pinang Wahyu mengatakan, dari 6.000 warga tambahan yang telah didata ulang untuk DPS Pilpres, 3.000 warga yang tidak mempunyai KTP diantaranya merupakan warga pindahan atau rantauan dari tempat lain, namun telah lama tinggal di wilayah Kecamatan Pinang.

“Kebanyakan dari mereka sih warga pindahan yang sudah lama tinggal disini, tapi tidak punya KTP,” katanya.

Kendati peralihan pendataan DPS dari KTP ke domisili, lanjut Wahyu, dalam hal ini status kependudukan mereka yang tidak mempunyai KTP menjadi tidak jelas, sehingga hak pilih mereka belum bisa diakomodir untuk Pilpres.

Namun Wahyu tengah mencari solusi untuk masalah tersebut, dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan Anggota KPUD yang mengurus daftar pemilih. “Kalau tidak punya identitas berarti mereka jadi penduduk yang tidak jelas, tapi saya sedang mencari solusi untuk masalah ini agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya,” terangnya.

Sementara itu, untuk bertambahnya daftar pemilih di Kecamatan Pinang, Wahyu menjelaskan, hal tersebut dikarenakan adanya warga baru dan juga beberapa warga setempat yang baru mempunyai KTP karena telah beranjak 17 tahun. Hasil DPS rencananya akan dirampungkan Minggu (17/4) besok, untuk dikoreksi dan selanjutnya diserahkan ke KPUD Kota Tangerang. “Memang banyak penambahan dalam pendataan ulang ini, kita usahakan akan menyelesaikan DPS besok,” ujarnya.(RAZ)

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

KAB. TANGERANG
890 Rumah di Kronjo Masih Terendam Banjir, Warga Desak Normalisasi dan Pembangunan Tanggul Sungai

890 Rumah di Kronjo Masih Terendam Banjir, Warga Desak Normalisasi dan Pembangunan Tanggul Sungai

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:15

Sebanyak 890 rumah di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, masih terendam banjir yang diakibatkan luapan Sungai Cimanceuri dan Cipasilian hingga saat ini, Rabu 28 Januari 2026.

HIBURAN
Jalan di Karawaci Tangerang Ditutup untuk Syuting Film Lisa Blackpink, Ini Alternatifnya

Jalan di Karawaci Tangerang Ditutup untuk Syuting Film Lisa Blackpink, Ini Alternatifnya

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:32

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan sementara di ruas Jalan K.S Tubun Karawaci, mulai 28-31 Januari 2026.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill