Connect With Us

Disiksa, PRT di Taman Cibodas Polisikan Majikan

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 4 Maret 2012 | 18:13

Borgol (tangerangnews / dens)


 
TANGERANG – JB ,17, pembantu rumah tangga (PRT) asal Kampung Apun,Desa Winara, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang melaporkan majikannya Kristin Siregar, ke Polres Metro Tangerang, Sabtu malam (3/3). Pasalnya, selama bekerja ia kerap disiksa dan dan tak kunjung diberi gaji.
 
Informasi yang diterima wartawan, akibat penyiksaan itu, JB yang bekerja belum genap tiga bulan di rumah Kristin Siregar di Perumahan Taman Cibodas, Perum 4, Jl. Jambu Raya, Gg. Belimbing, Kota Tangerang, mengalami luka lebam di sekujur mukanya, dan juga telinganya.
 
“Saya dipukul dengan besi, ditendang, ditonjok.Bahkan setiap harinya saya hanya diberi makan nasi 3 sendok makan dan minum dengan air mentah,” katanya yang dihubungi wartawan, Minggu (4/3).
 
Menurut JB,  dirinya mulai menerima siksaan majikannya ketika baru bekerja 5 hari. Ia dituduh memukul anak majikannya, Valent (4). Dan sejak saat itu,  meski dirinya terus meyakinkan kepada majikannya tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan, dirinya selalu mengalami siksaan majikannya.
 
Seperti, katanya, menerima pukulan dengan besi, ditendang, diinjak, ditonjok, bahkan sering telinganya dijepit hingga mengeluarkan darah. “Pertama kali saya dipukul saat baru kerja lima hari. Saya dituduh memukul anaknya, padahal saya tidak berani memukul anaknya,” kata JB lirih.
 

JB juga mengungkapkan, perhiasan miliknya, yakni anting-anting seberat 1,5 gram, juga diambil majikannya. Bahkan sejak penyiksaan itu dimulai, dirinya tidak lagi tidak digaji, meski sudah tiga bulan lamanya bekerja bersama Kristin.
 
“Harusnya saja menerima digaji Rp450 ribu per bulan seperti dijanjikan. Tapi, bagaimana lagi? Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya tak bisa menelpon karena tak bisa keluar, kunci rumahnya selalu di gembok dan saya ditinggal sendirin dirumah kalau majikan saya keluar,” ungkapnya.
 
Karena tak kuat menanggung derita, akhirnya BJ meminta untuk dipulangkan ke rumah keluarganya di Kolelet, Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Namun sayang, untuk pulang ke rumah, BJ hanya dibekali uang Rp 50 ribu. “Ia sampai sini  dalam keadaan tersungkur tak berdaya.Dengan pakaian yang kumal,tubuhnya penuh luka dan berdarah,” kata Sarnala (39), orantua BJ korban.
 

Melihat kondisinya yang demikian miris, Sarnala yang berprofesi sebagai buruh tani tak menerimanya. Dia pun segera melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian Polres Metro Tangerang Sabtu malam (3/3), sekitar pukul 23.0o WIB. “Saya tidak terima anak saya disiksa dengan sangat keji, ia bekerja tulus malah tidak diberi gaji. Saya minta polisi mengusut tuntas tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap anak saya,” pintaya. (SNS) 

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

KAB. TANGERANG
Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Rabu, 23 September 2026 | 16:56

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

BANDARA
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Rabu, 23 September 2026 | 19:57

Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill