Connect With Us

Warga Benda Geruduk Polres Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 19 April 2012 | 16:00

Warga Benda geruduk Polres Tangerang (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Puluhan ahli waris tanah di Rawa Ki Mahmud, Kampung Beting, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, menggeruduk Polres Metro Kota Tangerang, Kamis (19/4). Mereka menuntut Polres menuntaskan kasus sengketa tanah seluas 4,850 Hektar milik mereka yang diakui oleh orang lain. Mereka datang berjalan kaki ke Mapolres dengan membawa poster dan spanduk berisi tuntutan mereka. Selain itu mereka juga sempat berunjuk rasa di depan Mapolres. Setelah beberapa menit berorasi, mereka langsung masuk untuk menemui Kapolres Metro Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada.

Menurut tim kuasa hukum ahli waris Haris Marbun, pihaknya datang ke Polres Metro Kota Tangerang untuk menanyakan kelanjutan kasus sengketa tanah yang dilaporkan kliennnya sejak satu tahun lalu. "Kita nanya perkembangan kasus itu. Jadi kita bawa ahli waris kepada Kapolres. Mudah-mudahan kasus bisa terus berjalan," katanya.



Terkait hasil pertemuan dengan Kapolres, Haris mengatakan bahwa polisi akan terus melanjutkan kasus tersebut. "Kita sudah bertemu dengan Kapolres. Menurut Kapolres, perkara ini jalan terus. Dalam waktu dekat, Polda akan menggelar perkara ini," ungkapnya. Sementara salah satu ahli waris, Agus Majar, lahan persawahan seluas 4,850 hektar itu dimiliki oleh 3 keluarga, yakni Udin bin Tjemon, Asman bin Sailan dan Aja bin Ijan.



Tanah tersebut telah digarap oleh ketiganya sejak 3 Maret 1950 dengan bukti Surat Keterangan Garapan yang diterbitkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. "Namun saat kita akan meningkatkan hak dari tanah garapan menjadi sertifikat Hak Milik, pihak BPN menyatakan bahwa tanah tersebut telah memiliki sertifikat atas nama Yuliana Miharja, Suherman Miharja dan Mareti Miharja. Kami tidak pernah menjual belikan tahan itu," katanya. Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang AKBP Rahmat mengatakan bahwa semua laporan dari masyarakat terus diproses. Tindak lanjut kasus tersebut, kata dia, terus disampaikan kepada pelapor secara tertulis. "Semua laporan masyarakat perlu disikapi, jadi kita pasti terus menindak lanjutinya selama ada bukti," ungkapnya.(RAZ)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Motor Pelajar SMK Dibawa Kabur Wanita Baru Dikenal Lewat Aplikasi Kencan, Ditangkap di Ciputat Tangsel

Motor Pelajar SMK Dibawa Kabur Wanita Baru Dikenal Lewat Aplikasi Kencan, Ditangkap di Ciputat Tangsel

Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:28

Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial SY, 18, di Kembangan, Jakarta Barat, harus kehilangan sepeda motornya setelah teperdaya oleh seorang wanita yang baru dikenalnya melalui aplikasi kencan daring.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill