Connect With Us

COP28 Dubai Dibuka, Bahas Soal Mitigasi Iklim Dunia

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 1 Desember 2023 | 19:24

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menjadi pembicara di sesi CEO Climate Talks di Indonesia Pavilion dalam rangka gelaran United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of the Parties ke-28 (COP28) resmi digelar mulai 30 (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra )

TANGERANGNEWS.com- Kegiatan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of the Parties ke-28 (COP28) resmi digelar mulai 30 November - 12 Desember 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab. 

Konferensi bertaraf dunia ini membahas terkait tantangan mitigasi perubahan iklim dan implementasi nyata dari perjanjian dan komitmen berbagai negara terkait transisi energi. 

President Designate for COP28 Sultan Ahmed Al Jaber mengatakan, dalam perhelatan COP28 kali ini pihaknya akan menekankan realisasi komitmen tersebut.

Menurutnya, persoalan krusial dalam mitigasi iklim saat ini lantaran adanya kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang.

"Kami mendorong implementasi yang jelas terhadap semua roadmap yang telah disepakati sejak Paris Agreement 2014 silam," tegas Ahmed Al Jaber dalam sambutannya pada Opening Ceremony COP28, Kamis, 30 November 2023.

Ahmed Al Jaber menyampaikan, negara berkembang memiliki tantangan tersendiri dalam hal infrastruktur dan pendanaan sehingga cenderung kesulitan menyamakan langkah dengan negara maju dalam transisi energi. 

Lanjutnya, komunitas global perlu membuat suatu kebijakan untuk mendorong transisi energi yang adil dan dapat diakses seluruh golongan.

"Jadi mereka semua bertemu satu sama lain. Sudah cukup banyak kekosongan dan saling tuding atas tanggung jawab ini," kata Ahmed Al Jaber.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Siti Nurbaya menegaskan, keikustsertaan Indonesia dalam COP28 sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam aksi perubahan iklim. 

Dia membeberkan, hingga tahun 2022 tercatat Indonesia telah mampu mereduksi emisi di sektor energi sebesar 716 juta ton CO2, sehingga mencatatkan pengurangan emisi mencapai 60 persen.

"Terutama untuk memastikan target reduksi emisi di tahun 2030, sehingga kami dapat mempertahankan kendali dan memainkan peran penting dalam mencapai Net Zero Emissions NZE pada tahun 2060 atau lebih cepat," jelas Siti.

Menjawab target tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan skema Accelerating Renewable Energy Development (ARED) sebagai langkah agresif perseroan mendukung Pemerintah Indonesia mencapai NZE di tahun 2060.

Dikatakan Darmawan, perubahan iklim adalah persoalan global, karena 1 ton emisi CO2 di Dubai akan menimbulkan dampak kerusakan yang sama dengan 1 ton emisi CO2 di Jakarta. 

Untuk itu, Darmawan menyebut perlunya kolaborasi dunia. Terlebih, bagi Indonesia transisi energi sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang pesat saat ini.

"Transisi energi melalui percepatan pengembangan energi terbarukan juga merupakan peluang bagi kita untuk membangun kapasitas nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan pada saat yang sama juga menjaga kelestarian lingkungan," paparnya saat menjadi pembicara di sesi CEO Climate Talks di Indonesia Pavilion.

Saat ini, PLN telah merancang skema ARED untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 480 gigawatt (GW) pada tahun 2060. Bahkan, dalam rencana penambahan kapasitas pembangkit PLN sampai tahun 2040, 75 persen akan berbasis EBT dan 25 persen berbasis pada gas. 

Ke depannya, ARED akan menjadi agregator utama PLN dalam melakukan inovasi teknologi ramah lingkungan, yang dijalankan dari hulu hingga hilir, misalnya saja pembangunan Upper Cisokan pumped storage yang berkapasitas 1,040 MW dan PLTS Terapung Cirata yang berkapasitas 192 MWp di sektor pembangkitan.

Kata Darmawan, dari sisi transmisi PLN telah merencanakan pembangunan green enabling trasnmission line yang didukung dengan smart grid.

Lebih lanjut Darmawan menjelaskan, green enabling transmission line sangat krusial perannya untuk menyalurkan listrik dari lokasi sumber EBT yang terpisah dan terisolir ke pusat beban di kota-kota besar. 

Sedangkan dari sisi distribusi PLN tengah menjalin kolaborasi untuk membangun pabrik solar PV, pasar karbon hingga pembangunan infrastruktur kendaraan listrik.

Terakhir, untuk transisi energi di sektor transportasi, PLN telah menjalin kolaborasi dengan 23 partner industri otomotif. Targetnya, PLN bisa membangun 1.000 charging station dan 1.900 pusat penukaran baterai secepatnya sehingga mendorong pengurangan emisi dari sektor transportasi secara signifikan.

"Apa pun tantangan yang ada di depan, kita mampu terus bergerak maju untuk memerangi perubahan iklim," tuturnya 

Di sisi lain, Executive Secretary of the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Simon Stiell memastikan COP 28 akan mengedepankan akses keadilan bagi seluruh umat manusia. 

"Sebanyak 3,6 miliar orang rentan di seluruh dunia bergantung pada aksi iklim kita," ucapnya.

Simon berharap, hal ini dapat membuka peluang dalam ekonomi hijau untuk menciptakan lapangan kerja baru, menjaga sekuritas energi, dan memasok energi yang adil dan ramah terhadap lingkungan.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

SPORT
Muhammad Toha Tinggalkan Persita Setelah 9 Tahun, Lanjut Karier ke Brunei

Muhammad Toha Tinggalkan Persita Setelah 9 Tahun, Lanjut Karier ke Brunei

Senin, 8 Juni 2026 | 05:00

Bek kanan yang juga menjabat sebagai kapten tim Persita Tangerang Muhammad Toha resmi menyudahi perjalanan panjangnya bersama klub berjuluk Pendekar Cisadane.

OPINI
Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:36

Di era digital pada saat ini bagian yang tidak terpisahkan atau tidak bisa kita tinggalkan di kehidupan kita sebagai manusia adalah komunikasi yang di mana komunikasi itu bisa membuat atau menyampaikan berbagai informasi dengan cepat.

BANTEN
Bisa Ditangani Sejak Dini, Dokter Sayangkan Banyak Pasien Wasir Ogah Periksa Karena Malu

Bisa Ditangani Sejak Dini, Dokter Sayangkan Banyak Pasien Wasir Ogah Periksa Karena Malu

Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:34

Wasir atau hemoroid masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat, namun banyak penderitanya memilih menunda pemeriksaan karena rasa malu dan anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah yang tabu untuk dibicarakan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill