Connect With Us

Konflik India-Pakistan Berpotensi Ganggu Ekspor Batu Bara Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 9 Mei 2025 | 12:19

Ilustrasi dampak konflik perang India-Pakistan (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Indonesia berpotensi terdampak secara ekonomi jika konflik antara India dan Pakistan terus berlanjut. Salah satu sektor yang diperkirakan akan terkena imbasnya adalah ekspor batu bara, yang selama ini menjadi komoditas andalan ke kedua negara tersebut.

Tenaga Ahli Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif menegaskan, India merupakan negara tujuan ekspor batu bara terbesar kedua bagi Indonesia. 

Sementara itu meski kontribusi Pakistan tidak sebesar India, negara tersebut juga tetap menjadi salah satu pasar ekspor batu bara nasional.

"India salah satu pengimpor terbesar ke dua dari Indonesia. India saat ini juga sedang mengembangkan tambang-tambang batu bara mereka untuk supply ke PLTU mereka," ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat, 9 Mei 2025.

Irwandy menjelaskan, jika ketegangan antara India dan Pakistan meningkat dan berlangsung lama, anggaran negara keduanya akan lebih difokuskan untuk keperluan militer. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada menurunnya permintaan batu bara, terutama dari India.

"Perang India dan Pakistan, yang tentunya akan menyedot anggaran Pemerintah India bila perang berlanjut ke depan dan agak lama, punya pengaruh pembelian batu bara, termasuk pembelian dari Indonesia," bebernya.

Pada tahun 2024, ekspor batu bara Indonesia ke India tercatat mencapai sekitar 110 juta ton. Sementara itu, ekspor ke Pakistan jauh lebih kecil, yakni sekitar 600 ribu ton yang sebagian besar dikirim melalui importir terbesar di negara tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menyebutkan, sejauh ini belum ada dampak langsung dari konflik geopolitik kedua negara terhadap ekspor batu bara Indonesia. Namun ia mengakui adanya penurunan ekspor ke India sejak awal 2025.

Diketahui, ekspor batubara ke India pada Maret 2025 7,42 juta ton yang turun YoY 31,42%. 

Penurunan tersebut, menurut Gita, bukan disebabkan oleh situasi perang, melainkan karena faktor musiman dan strategi India yang mulai mengurangi ketergantungan terhadap impor. India diketahui sedang meningkatkan pemanfaatan batu bara produksi dalam negeri.

Dari sisi Pakistan, tren penurunan impor batu bara dari Indonesia telah terjadi selama tiga tahun terakhir. Gita menjelaskan bahwa penurunan ini bukan akibat konflik, melainkan karena kebijakan pemerintah Pakistan yang mengedepankan penggunaan batu bara lokal.

"Dalam tiga tahun terakhir pun terjadi penurunan impor batu bara Pakistan dari Indonesia, namun bukan karena perang melainkan karena kebijakan pemerintah Pakistan yang mendorong pemanfaatan batu bara lokal," tuturnya.

APBI sendiri belum bisa memberikan prediksi lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang terhadap ekspor batu bara ke India dan Pakistan.

TEKNO
Abadikan Liburan Bak Fotografer Profesional, vivo V60 Series Hadirkan Teknologi Kamera ZEISS dan AI

Abadikan Liburan Bak Fotografer Profesional, vivo V60 Series Hadirkan Teknologi Kamera ZEISS dan AI

Jumat, 26 Desember 2025 | 17:59

vivo Indonesia resmi menghadirkan vivo V60 Series, sebuah generasi baru smartphone yang dirancang khusus sebagai "holiday kit" terbaik, untuk mengabadikan momen liburan dengan lebih jernih, kreatif, dan bermakna.

WISATA
Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15

Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.

NASIONAL
Tambah Daya Listrik Turun 50 Persen, dari Rp6,5 Juta Jadi Rp3,2 Juta

Tambah Daya Listrik Turun 50 Persen, dari Rp6,5 Juta Jadi Rp3,2 Juta

Rabu, 7 Januari 2026 | 15:06

PT PLN (Persero) kembali menghadirkan program promo di awal tahun 2026 dengan meluncurkan program bertajuk Tahun Baru Energi Baru.

TANGSEL
Status Darurat Berakhir, Tumpukan Sampah Setinggi Atap Kembali Muncul di Pasar Ciputat Tangsel

Status Darurat Berakhir, Tumpukan Sampah Setinggi Atap Kembali Muncul di Pasar Ciputat Tangsel

Selasa, 6 Januari 2026 | 18:15

Status Tanggap Darurat Sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlangsung sejak 23 Desember 2025, nampaknya belum menjadi solusi instan bagi permasalahan sampah di wilayah tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill