Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka
Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TANGERANGNEWS.com-Nahas dialami seorang siswi SMP di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel). Gadis berinsial RN, berusia 13 tahun tersebut, ditemukan tewas di hutan belakang sekolahnya.
Setelah diselidiki, korban diduga menjadi korban perkosaan dan pembunuhan. Pelakunya adalah teman korban yang juga senior pramuka di sekolah tersebut.
Dilansir Detik, peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2020) lalu. Ketika itu, korban diminta pelaku, AS, 19, datang ke sekolah untuk latihan pramuka. Pelaku menghubungi korban lewat media sosial.
"Korban lalu datang ke sekolah yang saat itu sedang diliburkan. Dia pun bertemu pelaku dan diajak latihan pramuka di lapangan olahraga," jelas, Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Wahyu Setyo Pranoto, Senin (6/4/2020).
Sesampainya di lapangan, korban diminta berbalik badan. Pelaku langsung memukul korban dari belakang dengan balok kayu hingga pingsan. Lalu, korban di bawa ke hutan belakang sekolah.
Sementara berdasar informasi yang dilansir dari Kumparan, pelaku menutup mata korban menggunakan dasi yang dikenakannya dan menyumpal mulutnya dengan kaos kaki. Tangan dan kaki korban pun diikat dengan tali.
"Di TKP pelaku memerkosa korban. Namun, korban sempat sadar dan berusaha berontak," jelas AKP Wahyu.
Karena panik, kembali memukul dan mencekik korban hingga korban tewas. Bukannya berhenti, pelaku malah melanjutkan perbuatan bejat itu.
Pelaku kemudian menusuk badan korban dengan kayu untuk memastikan dia tewas. Sebelum pergi, jasad korban ditutup dengan dedaunan.
Tewasnya korban diketahui setelah orangtuanya mencarinnya karena tidak pulang-pulang. Setelah dicari bersama warga di kawasan sekolah, jenazah korban ditemukan.
Polisi yang mendapatan laporan pun langsung menahan AS. Dihadapan petugas AS mengakui semua perbuatannya. Saat ini, dia masih ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
PT MRT Jakarta resmi menggandeng tujuh pengembang properti besar untuk menjajaki pengembangan MRT lintas Timur–Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews