KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Momen arus balik libur Lebaran yang mulai berlangsung, Rabu 4 Mei 2022, menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah jalur mudik, seperti di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Antrean kendaraan yang cukup panjang bahkan menyebabkan pemudik asal Tangerang bernama Apip kelelahan hingga pingsan.
Berdasarkan informasi, ia pingsan di dalam mobil yang dikendarainya saat melintas di kawasan Karangresik, Kota Tasikmalaya, Rabu 4 Mei 2022, malam.
“Pemudik asal Tangerang pingsan, saat berada di dalam mobil bersama istri dan anaknya," ujar Petugas Medis Pos Pengamanan Karangresik Rusmana, seperti dilansir dari Suara, Kamis 5 April 2022.
Warga Tangerang tersebut sempat dievakuasi petugas medis ke Posko Gabungan Karangresik. Kemudian dirujuk ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, kondisi yang bersangkutan secara umum bagus setelah dicek. Tensi dan suhu tubuhnya normal, hanya saja nadinya lemah di angka 60.
“Khawatir kondisi semakin melemah dan denyut nadinya turun, korban kita rujuk ke rumah sakit melalui ambulans PSC,” singkat Rusmana.
Sebagaimana diketahui, waktu tempuh untuk menuju Tasikmalaya dan sekitarnya mencapai belasan jam dalam beberapa hari terakhir.
Kemacetan terjadi sejak Tol Cikampek, Purbaleunyi, Limbangan, Malangbong hingga Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan pembiayaan otomotif sebesar 44 persen pada tahun fiskal 2025 dibandingkan tahun fiskal 2024.
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyiagakan fasilitas kesehatan (askes) di wilayahnya selama 24 jam, untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews