Connect With Us

Polusi Udara Sebabkan ISPA, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 8 September 2023 | 20:50

Ilustrasi ISPA (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut. 

Dokter Spesialis Paru-paru dr Sri Dhuny Atas Asri akan menjelaskan terkait ISPA, mulai dari apa yang dimaksud dengan saluran pernafasan, penyebab ISPA, gejalanya, dan bagaimana mengobatinya.

Saluran Pernafasan Manusia

Saluran pernafasan manusia terdiri dari saluran nafas bagian atas dan bagian bawah. 

Pada ISPA, fokus utama adalah pada saluran nafas bagian atas, yang mencakup hidung, tenggorokan (faring), laring, dan trakea.

Penyebab ISPA

Menurut dokter Sri, ISPA bisa disebabkan oleh berbagai faktor, namun, yang paling umum adalah virus. 

Selain virus, ISPA juga bisa disebabkan oleh bakteri, kuman, atau bahkan jamur. Infeksi ini terjadi ketika mikroorganisme tersebut masuk ke dalam saluran nafas melalui udara yang terkontaminasi seperti kondisi polusi saat ini. 

Paru-paru dan saluran nafas adalah organ tubuh yang langsung bersentuhan dengan udara luar. Oleh karena itu, polusi udara yang mengandung bakteri, kuman, atau virus dapat memicu ISPA dilansir dari kanal YouTube Kata Dokter, Sabtu, 9 September 2023.

Kelompok Risiko

Kelompok masyarakat yang tinggal di daerah padat seperti Tangerang memang lebih rentan terhadap ISPA.

Hal ini disebabkan oleh penularan yang lebih mudah terjadi dalam lingkungan yang padat, seperti di rumah-rumah besar atau perkantoran dengan banyak orang.

Di pedesaan, di mana jarak antara rumah-rumah jauh dan jumlah orang dalam satu rumah biasanya lebih sedikit, risiko ISPA umumnya lebih rendah.

Gejala ISPA

Gejala ISPA bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala ringan termasuk pilek, bersin, dan batuk. 

Namun, dalam kasus yang lebih parah, ISPA dapat menyebabkan sesak nafas, demam tinggi, kelelahan, mual, dan muntah.

Kapan Mencari Pertolongan Medis?

Penting untuk mencari pertolongan medis jika Anda mengalami sesak nafas, demam tinggi, atau gejala berat lainnya. 

Terutama jika ISPA telah menyebar ke saluran nafas bagian bawah, yang dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius. Gejala seperti sesak nafas, lemas, dan demam tinggi harus segera ditangani oleh tenaga kesehatan.

Pengobatan dan Pencegahan ISPA

Pengobatan ISPA tergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Untuk gejala ringan, Anda dapat menggunakan obat-obatan over-the-counter seperti obat batuk, obat pilek, dan obat demam.

Selain itu, konsumsi makanan bergizi, hindari makanan atau minuman yang memperberat batuk, dan pastikan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan sehat dan menghindari rokok.

Pencegahan ISPA melibatkan tindakan seperti mencuci tangan secara rutin, menghindari menyentuh wajah, menggunakan masker jika Anda sakit untuk mencegah penularan, dan mengonsumsi buah dan sayur-sayuran lebih banyak. Hindari merokok untuk menjaga kesehatan saluran pernafasan Anda.

Dalam situasi ISPA yang lebih serius, selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau dokter untuk perawatan yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan Anda dan mencegah ISPA.

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

TEKNO
Honda Vario 125 Generasi Terbaru Resmi Diluncurkan, Tampil Lebih Sporty dengan Gaya Street

Honda Vario 125 Generasi Terbaru Resmi Diluncurkan, Tampil Lebih Sporty dengan Gaya Street

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:37

PT Wahana Makmur Sejati (WMS) membuka awal tahun dengan menghadirkan penyegaran di segmen skutik 125 cc. Melalui gelaran Regional Public Launching, resmi memperkenalkan All New Honda Vario 125

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill