Connect With Us

16 Ribu Warga di Kabupaten Tangerang Terserang ISPA Akibat Polusi

Dimas Wisnu Saputra | Kamis, 7 September 2023 | 18:27

Kadinkes Kabupaten Tangerang dr H Achmad Muchlis. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGWRANGNYEWS.com-Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 16.000 orang terkena penyakit Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada bulan Agustus 2023.

Banyaknya warga yang terkena penyakit tersebut dikarenakan polusi udara yang terjadi saat ini.

Kadinkes Kabupaten Tangerang dr H Achmad Muchlis mengatakan, angka 16 ribu tersebut cenderung turun dibanding bulan Maret 2023, dimana masyarakat yang terkena penyakit ISPA saat itu mencapai 16.500 orang.

"Terjadi perubahan cuaca saat itu sehingga tinggi. Angka itu bukan pasien yang dirawat inap, melainkan pasien dengan rawat jalan," kata Muchlis, Kamis, 7 September 2023.

Dengan adanya hal itu, Muchlis mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menggunakan masker saat bepergian menggunakan sepeda motor. 

"Saya berharap agar masyarakat Kabupaten Tangerang menggunakan masker jika berkendaraan, apalagi menggunakan kendaraan roda dua," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan masker tersebut bertujuan untuk memfilter polusi udara yang saat ini dalam kondisi tidak bagus, sehingga bisa terhindar dari penyakit ISPA.

"Kalau di rumah, sebaiknya pintu rumah di tutup saja,"ucapnya.

Masyarakat juga diharapkan agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan.  Terlebih menegur warga jika kedapatan sedang membakar sampah yang bisa membahayakan gangguan pernapasan.

"Tegur saja bilamana ada tetangga atau masyarakat yang kedapatan membakar sampah sembarang di tempat," pungkasnya.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

BANTEN
Java Jazz 2026 Geser ke Banten, Gubernur Minta Pengelola Promosikan Wisata Lokal

Java Jazz 2026 Geser ke Banten, Gubernur Minta Pengelola Promosikan Wisata Lokal

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:03

Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak tahun 2005, perhelatan musik bergengsi Java Jazz Festival 2026 resmi akan digelar di luar Jakarta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill