Connect With Us

Dibahas di Debat Capres, Ini Perbedaan Gizi Buruk dan Stunting

Fahrul Dwi Putra | Senin, 5 Februari 2024 | 07:12

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto bertanya kepada Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo terkait program makan siang gratis untuk menangani stunting dalam Debat Capres kelima, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu, 4 Februari 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Debat Calon Presiden (Capres) kelima telah rampung digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu, 4 Februari 2024.

Dalam debat bertemakan Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi, Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto bertanya kepada Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Prabowo menanyakan tanggapan Ganjar terhadap program makan siang gratis sebagai salah satu cara mengatasi stunting dan menghilangkan kemiskinan ekstrem serta mengurangi angka kematian ibu-bu pada saat melahirkan.

Menanggapi itu, Ganjar mengaku tidak setuju dengan program makan siang gratis mengatasi stunting dari Capres nomor urut 2.

Menurutnya, jika program tersebut dibuat untuk mengatasi stunting maka sudah terlambat.

"Saya sama sekali tidak setuju bapak karena bapak terlambat," ungkapnya.

Ganjar menyebut, penanganan stunting seharusnya dilakukan saat bayi dalam kandungan, sehingga pemenuhan gizi kepada ibu hamil lebih tepat untuk menanggulangi stunting.

"Kalau sudah lahir dan tumbuh mungkin bukan stunting, itu gizi buruk. Kalau gizi buruk bapak mau memperbaiki, boleh. Jadi jangan sampai confuse (bingung) antara stunting dan pemberian makan," katanya.

Lalu, apa bedanya antara stunting dan gizi buruk? Berikut penjelasannya.

Gizi buruk dan stunting sering disalahartikan sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Gizi buruk merupakan adalah kondisi kekurangan gizi akut yang terjadi dalam waktu singkat (biasanya beberapa minggu atau bulan). 

Penyebabnya meliputi asupan makanan yang tidak memadai, infeksi, diare, dan penyakit lainnya. 

Gejalanya meliputi penurunan berat badan drastis, rambut rontok, kulit kering, kelelahan, dan bengkak pada perut. Dampaknya dapat berupa gangguan pertumbuhan dan perkembangan, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan bahkan kematian.

Sementara stunting ialah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu panjang (1000 hari pertama kehidupan, dari kehamilan hingga usia 2 tahun). 

Penyebabnya meliputi asupan gizi yang tidak seimbang, pola makan yang buruk, infeksi berulang, dan sanitasi yang tidak memadai. Gejalanya meliputi tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya, wajah tampak lebih muda, dan perkembangan motorik yang terlambat. 

Dampaknya, dapat berupa kecerdasan yang rendah, risiko obesitas dan penyakit kronis di kemudian hari, dan produktivitas yang rendah.

Perbedaan utama antara gizi buruk dan stunting terletak pada durasi, penyebab, gejala, dan dampaknya.

Pencegahan gizi buruk dan stunting dapat dilakukan dengan:

  • Menyediakan makanan bergizi seimbang untuk anak
  • Menerapkan pola makan yang sehat
  • Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan
  • Memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama
  • Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di Posyandu.
WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

TANGSEL
Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Rabu, 30 September 2026 | 17:58

Aksi pemalakan meresahkan yang menimpa seorang pedagang Sate Padang Sektor 9 Group di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), viral di sosial media.

BANTEN
Rampungkan Pembangunan 71 Km Jalan, Pemprov Banten Lanjut Anggarkan Rp164 Miliar untuk 46 Km

Rampungkan Pembangunan 71 Km Jalan, Pemprov Banten Lanjut Anggarkan Rp164 Miliar untuk 46 Km

Rabu, 30 September 2026 | 19:19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melaporkan penyelesaian pembangunan infrastruktur melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra)

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill