Connect With Us

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Surat Suara Sah dan Tidak Sah Pemilu 2024

Fahrul Dwi Putra | Senin, 12 Februari 2024 | 11:04

Simulasi pemungutan suara di TPS 042, Kelurahan Ciater, Kota Tangsel, pada Minggu, 28 Januari 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) serentak tinggal menghitung hari, tepatnya pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

Pada Pemilu tahun ini, sebagian besar diantaranya merupakan pemilih pemula dari kalangan Gen Z.

Untuk itu, penting agar mengetahui surat suara sah dalam pemungutan suara. Sebab, surat suara yang tidak sah akan dianggap hangus dan tidak masuk dalam penghitungan suara.

Hal itu berdasarkan Pasal 53 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Berikut perbedaan antara surat suara sah dan tidak sah.

Surat Suara Sah

- Surat Suara ditandatangani ketua KPPS

- Coblos pada nomor urut

- Coblos pada foto

- Coblos pada nama salah satu pasangan calon

- Coblos pada gambar partai politik dan/atau gabungan partai politik

Surat Suara Tidak Sah

- Surat Suara tidak dicoblos

- Coblos pada lebih dari satu kolom calon 

- Dicoblos tapi dirusak/dilubangi

- Dicoblos tapi dicoret-coret

- Dicoblos di luar kolom

- Surat Suara dicoblos tidak dengan alat coblos yang disediakan.

KAB. TANGERANG
Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill