Connect With Us

Jalin Kerja Sama dengan Huawei, PLN Perkuat Fondasi Teknologi Ketenagalistrikan Digital 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 29 April 2024 | 18:31

PT PLN (Persero) dan Huawei menjalin kerja sama dalam JIC Milestone Ceremony, di Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) terus melakukan transformasi perusahaan berbasis digital dan pengembangan teknologi sistem kelistrikan seiring dengan langkah transisi energi.

Komitmen ini tercermin dalam proyek kolaborasi Joint Innovation Center (JIC) dengan PT Huawei Tech Investment, yang bertujuan untuk menjadi fondasi pengembangan teknologi ketenagalistrikan baru di bidang ICT.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengapresiasi kemajuan dan inovasi yang telah dilakukan JIC sejak peresmiannya pada November 2023. 

Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memerangi krisis perubahan iklim dan menghadapi kebutuhan digitalisasi perusahaan.

Darmawan menjelaskan, sejak pembentukannya 5 bulan lalu, JIC telah memberikan kontribusi yang signifikan melalui beberapa proyek pilot, seperti penggunaan teknologi IoT dalam jaringan distribusi yang disebut Intelligence Distribution Solution (IDS) yang dipadukan dengan One Fiber Multi-Services (1FMS). 

Selain itu, JIC juga akan fokus pada pengembangan smart inspection jaringan transmisi, operasi jaringan digital, dan peningkatan SDM yang menguasai teknologi terbaru.

"JIC ini dimaksudkan untuk memetakan setiap tantangan teknis, strategis, operasional dan juga investasi," ujar Darmawan pada acara JIC Milestone Ceremony, di Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2024.

Keberadaan JIC juga akan mendukung skema Accelerated Renewable Energy Development (ARED) untuk mempercepat transisi energi. 

Melalui ARED, kata Darmawan, PLN akan membangun sistem kelistrikan yang handal dengan smart grid untuk mengintegrasikan sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, dan layanan pelanggan.

Darmawan menegaskan, dengan smart grid PLN dapat menyelaraskan pengoperasian sistem penyimpanan energi dalam bentuk baterai sebagai base-load untuk mengatasi tantangan intermitensi energi dari sumber energi baru terbarukan (EBT). 

Hal ini juga memungkinkan penyaluran listrik dari sumber EBT dari lokasi yang jauh ke pusat permintaan.

Sementara itu, Vice President & CEO Digitalisasi Tenaga Listrik Huawei David Sun,

 berharap, pencapaian yang telah diraih oleh JIC dapat memberikan manfaat bagi industri kelistrikan di Indonesia, khususnya PLN, dalam meningkatkan efisiensi perusahaan dan pelayanan kepada pelanggan. 

David membeberkan, salah satu kontribusi teknologi dari Huawei dalam kolaborasi ini adalah pengembangan 1FMS yang diharapkan akan menjadi standar kelas dunia di masa depan.

"Kami yakin akan menjadi benchmark kelas dunia di masa depan," pungkasnya.

KOTA TANGERANG
Modus Ngaku Petugas Provider, Pria di Tangerang Gasak Puluhan Perangkat BTS Senilai Rp481 Juta

Modus Ngaku Petugas Provider, Pria di Tangerang Gasak Puluhan Perangkat BTS Senilai Rp481 Juta

Selasa, 29 September 2026 | 19:30

Tim Unit V Resmob Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membongkar kasus pencurian infrastruktur telekomunikasi tower Base Transceiver Station (BTS).

KAB. TANGERANG
Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Selasa, 29 September 2026 | 22:57

Dampak kemarau panjang yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir membuat warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengalami krisis air bersih yang parah.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill